Logo Header Antaranews Kepri

Pengelola Sampah Batam Kekurangan Alat dan SDM

Rabu, 9 Januari 2013 22:00 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Wakil Wali Kota Batam, Rudi mengatakan tiga perusahaan pengangkutan sampah yang memenangkan tender pengelolaan di Batam menyatakan kekurangan tenaga kerja dan rusaknya beberapa mobil mengakibatkan banyak sampah tidak terangkut.

"Kami terkendala kurangnya mobil dan tenaga kerja. Jadi pengangkutan tidak maksimal," kata Rudi di Batam, Rabu.

Rudi mengatakan, kalau mengikuti kontrak, perusahaan harus menyiapkan 39 truk per wilayah. Sementara untuk satu truk membutuhkan satu supir dan lima tenaga pengangkut.

"Hingga kini pengangkutan sampah yang belum maksimal tinggal di wilayah tiga. Pasalnya, perusahaan pengangkutan sampah yang menangani wilayah tersebut masih benar-benar baru," kata dia.

Rudi mengatakan, untuk wilayah satu dan dua, kendala ada pada kerusakan armada angkut sampah.

Ia meminta, kepada perusahaan pemenang tender pada Kamis (10/1) sore semua sampah harus selesai diangkut.

"Saya masih beri waktu sampai Kamis ini. Kalau tidak juga diangkut kami akan memberi tindakan tegas," kata dia.

Hingga Rabu siang, tumpukan sampah masih terlihat pada beberapa tempat di Batam diantaranya beberapa titik di Batam Centre, Sekupang, Batuampar.

Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintah Pusat dan Daerah (LSM PKAPPD) Provinsi Kepri, Ismail di Batam mengatakan sampah tidak terangkut karena pemerintah tidak tegas pada perusahaan pemenang lelang penyewaan alat berat pengangkut sampah.

"Alat beratnya juga sampai sekarang tidak terlihat, tapi pemerintah, terutama Dinas Kebersihan dan Pertamanan tidak berani tegas. Ini kenapa?" kata Ismail.(*)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026