Logo Header Antaranews Kepri

Pulau Terluar NKRI Batam jadi Tujuan Wisata

Kamis, 24 Januari 2013 15:36 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Pulau Puteri, satu dari empat pulau terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Batam menjadi tujuan ribuan wisatawan pada libur Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis.

"Walau pantainya sedikit kotor, namun pulaunya indah. Letaknya juga tidak jauh dari Batam," kata seorang wisatawan, Riza yang datang bersama sekitar 100 orang.

Ia mengatakan, jika libur kerja sering datang ke Pulau Puteri bersama rekan sepekerjaan untuk berlibur.

"Di Pulau Puteri banyak yang bisa menikmati kapal yang lalu lalang di perairan Indonesia-Singapura-Malaysia. Airnya juga jernih walau sebagian mulai tercemar limbah minyak dari banyaknya kapal yang lalu lalang," kata dia.

Pulau Puteri yang masuk wilayah Kecamatan Nongsa bisa ditempuh sekitar 30 menit perjalanan dari pusat Kota Batam menuju Kampung Tua Nongsa Pantai.

Dari tempat tersebut perjalanan dilanjutkan dengan perahu kecil (pompong) dengan biaya Rp5 ribu sekali jalan. Waktu tempuh hanya sekitar lima menit.

Pulau Puteri memiliki pasir putih yang cantik pada satu sisi yang dijadikan tempat wisata oleh pemerintah setempat.

Namun, banyak wisatawan yang datang kurang peduli terhadap kebersihan pulau tersebut. Pada pulau seluas lapangan bola itu penuh dengan sampah yang dibawa pengunjung.

"Tempat sampah sudah banyak kami sediakan, namun banyak pengunjung tidak mau membuang sampah pada tempatnya," kata penjaga Pulau Puteri, Ucok Harapah.

Ia mengatakan beberapa imbauan untuk membuang sampah pada tempatnya untuk mejaga kebersihan sudah banyak dipasang. Namun belum mampu merubah prilaku pengunjung.

"Pemerintah kota bekerja sama dengan LKBN ANTARA Biro Kepri sudah memasang imbauan. Namun imbauan itu malah dirusak," kata dia. (ANTARA)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026