Logo Header Antaranews Kepri

Bupati Karimun Akui Bantuan Nelayan Belum Optimal

Rabu, 30 Januari 2013 15:56 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri) - Bupati Karimun, Kepulauan Riau, Nurdin Basirun, mengakui program penyaluran bantuan kapal dan jaring belum optimal sehingga belum meningkatkan taraf hidup nelayan tradisional.

"Beberapa kali nelayan diberi bantuan, namun tidak satu pun yang jadi. Kondisi ini saya temukan langsung di lapangan sehingga program yang disalurkan melalui dinas terkait belum mampu mengangkat kesejahteraan nelayan," katanya dalam rapat dengar pendapat bersama DPRD Karimun dan sejumlah kelompok nelayan di Gedung DPRD Karimun, Selasa.

Nurdin Basirun mengatakan, kapal dan jaring yang diberikan kepada nelayan banyak yang tidak dimanfaatkan sehingga sasaran program yang diharapkan bisa terwujud masih jauh dari harapan.

"Pola pikir dan budaya menjadi salah satu penyebab sehingga program yang disalurkan tidak berdaya guna. Semua mengaku miskin demi mendapatkan bantuan tersebut, namun kenyataannya bantuan tersebut tidak digunakan untuk menangkap ikan," ucapnya.

Dia juga mengatakan spesifikasi bantuan seperti kapal yang disalurkan tidak sesuai harapan, seperti kualitas kayu yang rendah dan cepat lapuk.

"Ada kapal bantuan terbuat dari kayu masih muda, baru diserahkan sudah renggang dan bocor. Kemudian mesinnya juga berkualitas rendah sehingga nelayan tidak bisa menggunakan kapal yang diberikan karena mesinnya rusak," tuturnya.

Nurdin yang mengaku anak nelayan mengatakan tahu persis jenis-jenis kayu dan mesin yang memenuhi standar untuk kapal ikan.

"Temuan ini menjadi pemikiran dan evaluasi bagi kita bersama sehingga tidak terulang kembali di masa datang," kata Nurdin dalam rapat yang turut dihadiri sejumlah kepada dinas tersebut.

Ajis, Ketua Kelompok Nelayan Kelurahan Tebing mengatakan banyak spesifikasi kapal bantuan yang disalurkan tidak sesuai dengan keinginan nelayan.

"Lebih baik menyalurkan kapal bantuan yang harganya mahal tapi bisa digunakan sepuluh tahun atau lebih daripada harga murah tapi sudah keropos dalam waktu singkat. Begitu juga mesin kapal yang hendaknya tahan lama dan berkualitas," kata dia.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Karimun Amirullah juga mengatakan bantuan kapal yang disalurkan untuk nelayan di empat kecamatan Pulau Karimun tidak dapat digunakan karena berbobot kecil.

"Seharusnya kapal yang disalurkan di atas 5 GT sehingga bisa digunakan di laut lepas. Bantuan kapal di bawah 5 GT hanya untuk pesisir pantai sementara ikan-ikan sulit didapat karena hampir seluruh pesisir pantai sudah berubah menjadi kawasan industri," katanya.(*)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026