
PKS Kepri Yakin Presidennya Tidak Bersalah

Batam (ANTARA Kepri) - Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Kepulauan Riau, yakin presidennya Luthfi Hasan tidak bersalah, meski ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kami menduga ada upaya permainan politik menjelang Pemilu dengan menjatuhkan citra PKS," kata Humas DPW PKS Kepri, Prijanto, di Batam, Kamis.
PKS sendiri telah melakukan konsolidasi internal menanggapi kasus itu.
Menurut dia, terlalu banyak kejanggalan dalam penetapan presidennya sebagai tersangka.
"Tidak ada pemeriksaan sebelumnya, tapi langsung dijadikan tersangka. Karena biasanya harus ada pemeriksaan dulu berkal-kali," ujar Prijanto.
Dia juga mempertanyakan kasus yang disebut "tertangkap tangan", karena hanya ada satu saksi yang menyebut itu.
Penetapan Presiden PKS juga dianggap buru-buru.
"Biasanya, kalau partai lain, setelah diperiksa, ada banyak saksi, statusnya tidak juga dinaikan, tapi kalau PKS langsung," kata dia.
Menurut dia, penetapan status Luthfi Hasan merupakan upaya menjatuhkan citra PKS menjelang Pemilu 2014.
Ia mengatakan kader tetap solid dan yakin kasus itu tidak mempengaruhi hasil Pemilu.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Parahyangan Bandung, Asep Warlan menilai PKS akan merasakan efek "babak belur" seperti yang dirasakan oleh Partai Demokrat sebagai efek dari kasus hukum yang menimpa Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishaaq.
Asep mengatakan, prilaku seseorang di sebuah partai politik akan sangat menentukan citra di masyarakat, begitupun dengan kasus hukum yang dihadapi Presiden PKS.
"Ketika mereka mengatakan kami partai yang bersih, masyarakat yang banyak bertanya apa buktinya. Toh ternyata sekaliber Presidennya (PKS) juga terjadi (tersandung kasus korupsi)," kata dia.
Untuk bisa meraih suara dan kepercayaan lagi dari masyarakat, dirinya menyarankan agar jajaran pengurus PKS untuk melakukan klarifikasi kepada masyarakat bahwa partainya memang benar-benar bersih.
"Kalau memang mengklaim partai yang bersih, silahkan buktikan kepada masyarakat memang benar-bener bersih," katanya.(*)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
