Logo Header Antaranews Kepri

BPS: Inflasi Tanjungpinang Tertinggi Ketiga di Sumatra

Rabu, 6 Februari 2013 15:41 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Badan Pusat Statistik mencatat inflasi 1,89 persen di Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau pada Januari 2013 merupakan tertinggi ketiga di Sumatra setelah Pematang Siantar dan Pekanbaru.

"Inflasi tertinggi di 16 kota di Sumatra adalah Pematang Siantar sebesar 3,78 persen, sedangkan peringkat kedua Pekanbaru 2 persen. Sementara inflasi terendah terjadi di Palembang 0,64 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau Badar, di Tanjungpinang, Rabu.

Badar mengatakan, Tanjungpinang cenderung mengalami inflasi di awal tahun, sebagaimana yang terjadi pada tahun 2013. Inflasi disebabkan kenaikan indeks harga konsumen dari 134, 95 pada Desember 2012 menjadi 137,5 pada Januari 2013.

Perubahan harga pada 89 komoditas kebutuhan masyarakat menjadi pemicu terjadi inflasi, yang terdiri dari 75 komoditas mengalami kenaikan harga dan 14 komoditas lainnya mengalami penurunan harga.

Harga barang kebutuhan masyarakat yang naik antara lain, sotong, cumi-cumi, kangsung, kue basah, ikan bawal, ikan kakap merah, ikan belanak, ikan tenggiri, cabai rawit, pepaya, hati ayam, rempela, udang basah, ketela, ikan selar, kacang panjang, dan kemeja lengan panjang. Sementara komoditas kebutuhan masyarakat yang mengalami penurunan harga yaitu seng, pompa air listrik, obat gosok, lemari es, daging sapi, cat tembok, makanan bayi, obat batuk, minyak goreng, VCD, pembersih lantai, pasit, gula pasir dan jeruk.

Sedangkan berdasarkan kelompok pengeluaran barang dan jasa yang menyusun indeks harga konsumen Tanjungpinang Januari 2013 tercatat enam kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu bahan makanan sebesar 5,34 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,08 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,11 persen, sandang 1,05 persen, kesehatan 0,13 dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,17 persen.

"Kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks dibanding bulan sebelumnya," ujarnya.

Badar mengemukakan, laju inflasi "year on year" (Januari 2013 dibanding dengan Januari 2012) di Tanjungpinang tercatat sebanyak 4,60 persen, lebih besar dibandingkan lajut inflasi periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya 2,99 persen.(*)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026