Logo Header Antaranews Kepri

Kedai kopi jadi penggerak utama ekonomi Kota Tanjungpinang

Rabu, 5 November 2025 06:20 WIB
Image Print
Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri) Margaretha Ari Anggorowati. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri) Margaretha Ari Anggorowati mengatakan kedai kopi menjadi salah satu penggerak utama roda perekonomian di Kota Tanjungpinang sebagai pusat ibukota provinsi tersebut.

Menurut Margaretha, budaya "ngopi" atau minum kopi yang kuat dalam masyarakat, menjadi penggerak ekonomi lokal di daerah tersebut. Di Tanjungpinang terdapat lebih dari 600 kedai kopi.

"Sementara bazar-bazar UMKM, event wisata, stan jajanan, dan wisata budaya menjadi katalis kebangkitan ekonomi Tanjungpinang," katanya dalam sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Tanjungpinang, Selasa.

Baca juga: Pupuk Indonesia kembalikan lebih bayar pupuk subsidi kepada petani Natuna

Margaretha memaparkan potensi ekonomi Tanjungpinang lainnya terletak pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), perikanan, dan aparatur sipil negara (ASN) sebagai target market.

Ia menyebut capaian ekonomi Tanjungpinang tidak dapat disamakan dengan Kabupaten Bintan dan Kota Batam, sebab ada perbedaan sektor utama yang menggerakkan ekonomi Tanjungpinang dengan kedua daerah tersebut.

Kekuatan ekonomi daerah berjuluk "Kota Gurindam" berasal pada sektor UMKM dan industri kecil dan menengah (IKM). Tidak dapat dibandingkan secara apple to apple dengan Bintan atau Batam yang notabene kawasan industri hingga pariwisata.

"Meski tidak ada industri dalam skala besar, ekonomi Tanjungpinang terus tumbuh. Dari minus 3,45 persen pada saat pandemi COVID-19, kini bergerak positif ke angka 3,78 persen," ungkapnya.

Baca juga: Pemprov Kepri fokus hilirisasi pangan laut untuk dorong ekonomi inklusif

Ia menambahkan Sensus Ekonomi 2026 akan menyajikan struktur ekonomi Tanjungpinang secara riil.

Data statistik dasar tersebut, katanya, dibantu dengan data statistik sektoral yang dibangun Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungpinang, dapat dipergunakan sebagai dasar penyusunan program dan kebijakan pembangunan ekonomi daerah.

"BPS bersinergi dengan Pemkot Tanjungpinang mensukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk menghasilkan data lengkap dan akurat, khususnya dalam meningkatkan perekonomian daerah," demikian Margaretha.

Baca juga: Kejari lacak aset para tersangka kasus korupsi PT Persero Batam



Pewarta :
Editor: Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026