Dinkes Tanjungpinang berikan PMT untuk balita & ibu hamil cegah stunting

id Dinkes tanjungpinang, program makan tambahan, cegah stunting balita dan ibu hamil

Dinkes Tanjungpinang berikan PMT untuk balita & ibu hamil cegah stunting

Arsip - Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka membagikan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada balita hingga ibu hamil di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Rabu (22/10/2025). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau memberikan Program Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal kepada 3.000 anak balita dan 124 ibu hamil yang berisiko stunting.

“Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan status gizi balita dan ibu hamil, serta mencegah terjadinya stunting di Tanjungpinang,” kata Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam, Selasa.

Rustam menjelaskan dalam pelaksanaan PMI ini tim pelaksana di setiap kelurahan bertugas memasak sesuai resep makanan yang telah disiapkan, dengan memperhatikan pemenuhan menu gizi seimbang.

PMT ini kemudian akan diantarkan langsung ke rumah-rumah sasaran, yaitu balita dan ibu hamil berisiko stunting yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kota Tanjungpinang.

“Pelaksanaan pemberian PMT dilakukan melalui puskesmas-puskesmas yang bekerja sama dengan tim pelaksana di setiap kelurahan,” ujarnya.

Lanjut Rustam menjelaskan, sasaran penerima PMT berbasis pangan lokal ini adalah balita usia 6-59 bulan yang tidak mengalami kenaikan berat badan dalam dua periode penimbangan berturut-turut atau balita yang kurang gizi.

Baca juga: Pemkab Natuna tangani 32 kasus kekerasan perempuan dan anak

Sementara, sasaran ibu hamil dalam program ini adalah mereka yang termasuk kategori kekurangan energi kronis (KEK), dengan lingkar lengan atas kurang dari 23,5 centimeter, Indeks Massa Tubuh (IMT) kurang dari 18,5 kilogram/m², atau mengalami anemia. Dengan pemberian PMT kepada ibu hamil KEK ini, diharapkan tidak ada bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang berisiko stunting.

"Demikian juga untuk balita, diharapkan balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan dan gizi kurang dapat segera pulih dan tidak jatuh ke kondisi stunting," ungkap Rustam.

Ia menambahkan PMT menjadi salah satu upaya Dinkes Tanjungpinang dalam mencegah risiko stunting. Hingga tahun 2025, terdata jumlah kasus anak stunting di ibukota Provinsi Kepri sebanyak 300 orang. Jumlah ini diklaim menurun dibanding 2024 yang sebanyak 400 orang.

Beberapa faktor stunting di Tanjungpinang, mulai dari penyakit berulang dialami anak, kemudian sanitasi dan air bersih buruk, faktor ekonomi keluarga hingga kurangnya asupan gizi anak.

"Makanya, kami bersama pemangku kepentingan terkait terus berusaha mengintervensi stunting, salah satunya melalui pemberian tambahan nutrisi dan vitamin bagi keluarga berisiko stunting," demikian Rustam.

Baca juga: Ombudsman Kepri dorong pemerataan MBG di pulau-pulau terluar

Pewarta :
Uploader: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2025


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE