
Pemkab Karimun Bantu Kapal untuk Pelajar Moro

Karimun (Antara Kepri) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menyalurkan bantuan berupa dua "speed boat" atau kapal cepat dengan kapasitas 60 penumpang untuk sarana transportasi siswa SMP dan SMA Kecamatan Moro dan pulau-pulau di sekitarnya, Rabu.
Bantuan kapal cepat atau dikenal "boat pancung" tersebut diserahkan Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Karimun Sudarmadi dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Karimun TS Arif Fadillah di Pelabuhan Sri Manda, Moro.
Kadisdik Karimun Sudarmadi mengatakan, dua kapal menggunakan mesin tempel berkekuatan 40 pk itu merupakan bantuan untuk pelajar di pulau-pulau yang dianggarkan dalam APBD Karimun 2013.
"Nilai bantuan untuk satu kapal Rp100 juta, jadi total nilai kedua kapal tersebut Rp200 juta," ucapnya.
Menurut dia, pengalokasian anggaran untuk pengadaan kapal melalaui APBD merupakan salah satu upaya untuk memudahkan akses transportasi bagi siswa di daerah pulau.
"Karimun merupakan daerah pulau sehingga kapal laut merupakan akses transportasi utama, apalagi di Moro yang memiliki banyak pulau," katanya.
Dia mengatakan bagi siswa yang menumpang kapal tersebut tidak dipungut biaya karena dana operasionalnya sudah ditanggung oleh pemerintah daerah.
"Ini merupakan program pengentasan kemiskinan di bidang pendidikan sehingga kami berharap tidak ada lagi anak-anak pulau dan wilayah pesisir yang tidak sekolah karena kesulitan transportasi," ucapnya.
Dia juga mengatakan kapal tersebut tidak hanya untuk pelajar, tetapi bisa juga dimanfaatkan oleh masyarakat umum untuk keperluan mendesak.
"Kapal tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengangkut warga yang sakit, tapi prioritas tetap untuk pelajar," tambahnya.
Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq mengharapkan kapal bantuan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat daerah pulau dalam mendorong anak-anak untuk sekolah.
"Tidak ada alasan bagi orang tua untuk tidak menyekolahkan anaknya, semuanya sudah ditanggung pemerintah. Tidak hanya program pendidikan gratis, tetapi juga sarana transportasi yang juga gratis dan memadai," katanya.
Dia juga berharap kapal bantuan tersebut dirawat sehingga dapat dioptimalkan dalam melayani pelajar yang berangkat sekolah dengan menyeberang laut.
"Anak-anak terutama siswa SMA di pulau-pulau kecil sekitar Moro harus menyeberang untuk belajar. Dengan adanya kapal ini, mereka tidak lagi menumpang kapal penumpang umum," tambahnya. (Antara)
Editor: Zita Meirina
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
