
Pemprov Kepri Anggarkan Rp165 Miliar Entaskan Kemiskinan

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menganggarkan Rp165 miliar untuk program pengentasan kemiskinan pada 2013 dengan target pengentasan 5.000 rakyat miskin.
"Tahun ini ditargetkan 5.000 masyarakat miskin bisa dientaskan dengan anggaran Rp165 miliar dari APBD Provinsi yang disalurkan pada tujuh kota/kabupaten yang ada," kata Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo di Batam, Sabtu.
Ia mengatakan anggaran tersebut akan digunakan untuk beberapa kegiatan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Kepri seperti sandang, papan, rumah layak huni, penerangan, aliran air bersih, pendidikan.
"Kami menganggarkan dua kali dari anggaran seluruh kota/kabupaten yang ada di Kepri. Jadi bila digabungkan anggaran tersebut mencapai hampir Rp250 miliar," katanya.
Soerya mengatakan, salah satu program utama pengentasan kemiskinan di Kepri ialah program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) yang pada 2013 memasuki tahun ketiga.
Pada 2011, pemerintah provinsi bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota di Kepri merehabilitasi 3.625 RLTH di penjuru wilayah provinsi. Lalu, pada 2012, pemerintah provinsi mencanangkan membetulkan 4.384 unit RLTH.
"Program ini akan terus dijalankan. Targetnya, selama lima tahun, pemerintah merehab 20.000 unit RLTH," kata dia.
Gubernur Kepri Muhammad Sani mengatakan pada 2012 angka kemiskinan di Provinsi Kepulauan Riau masih 18,25 persen.
Ia mengatakan angka tersebut mengalami penurunan sekitar 0,27 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 18,52 persen.
"Kami menargetkan hingga 2015 nanti angka kemiskinan berkurang dari 18,52 persen menjadi sekitar 8 persen. Berbagai program pengentasan kemiskinan terus dijalankan," katanya.
Sani mengatakan, angka kemiskinan tertinggi berada di Kota Batam yang penduduknya sekitar 1,2 juta jiwa atau lebih dari 50 persen dari penduduk Kepri.
"Jumlah penduduk Kepulauan Riau (Kepri) sekitar 1,8 juta dan sekitar 1,2 juta berada di Batam. Meski Batam sudah maju, namun penduduk miskinnya masih banyak," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
