
Penderita HIV/AIDS di Karimun 1.109 Orang

Karimun (Antara Kepri) - Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau sejak 1999 hingga 2012 mencapai 1.109 orang, kata Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq.
Aunur Rafiq menjelaskan, dari 1.909 kasus yang terdeteksi, sebanyak 747 orang dinyatakan positif mengidap HIV dan 362 positif menderita AIDS.
"Dari jumlah tersebut, empat di antaranya masih bayi yang ditularkan oleh ibunya yang ketika hamil positif mengidap HIV. Sebanyak 83 penderita AIDS telah meninggal dunia," ucapnya dalam penyuluhan bahaya HIV/AIDS terhadap puluhan ibu rumah tangga di Hotel Alishan Tanjung Balai Karimun, Rabu.
Tingginya tingkat penularan penyakit akibat virus "human immunodeficiency syndrom" (HIV) itu merupakan sebuah peringatan keras agar segenap komponen masyarakat bersama pemerintah bahu-membahu menekan penularan penyakit mematikan itu.
"Pada 2012 saja, kasus HIV/AIDS yang terpantau sebanyak 137 orang, 75 kasus di antaranya merupakan pengidap AIDS. Ini sudah dalam tahap memprihatinkan sehingga membutuhkan kesadaran bagi kelompok berisiko tinggi agar mengubah perilakunya yang rentan terhadap penularan penyakit tersebut," katanya.
Menurut dia, ibu rumah tangga termasuk kelompok berisiko tinggi terhadap penularan HIV/AIDS, yaitu ditularkan oleh suami atau pasangannya yang berperilaku heteroseksual atau suka menggunakan jasa wanita pekerja seks.
Secara langsung, kata Rafiq, ibu-ibu memang bukanlah aktor penularan HIV/AIDS, tetapi rentan menjadi korban akibat perilaku seks bebas suami.
"Dampaknya tidak hanya bagi kaum ibu, tetapi bagi bayi yang dikandungnya," ucapnya.
Dia berharap agar ibu-ibu yang berpartisipasi dalam penyuluhan tersebut proaktif memberikan pemahaman terhadap suami dan keluarga tentang bahaya HIV/AIDS.
"Sosialisasikan pula bahaya HIV/AIDS kepada masyarakat dan lingkungan, atau tempat ibu-ibu aktif di organisasi kewanitaan, pengajian dan sebagainya," ucapnya.
Pemerintah daerah, kata Wakil Bupati, telah melakukan langkah-langkah pencegahan serta upaya menekan penularan HIV/AIDS, salah satunya dengan membentuk Tim Pemberantasan Penyakit Masyarakat beberapa waktu lalu.
Tim tersebut secara berkala menggelar razia di hotel-hotel dan tempat-tempat yang rawan dimanfaatkan untuk pergaulan bebas seperti di Jalan Lingkar Coastal Area, stadion dan tempat remang-reman lainnya.
"Tugas tim mencegah dan menekan pergaulan bebas. Tanpa peran aktif masyarakat upaya untuk menekan penularan HIV/AIDS tidak akan berhasil, apalagi bagi kelompok yang berisiko tinggi tertular wabah mematikan itu," kata dia.
Secara terpisah, Sekretaris Komisi Penanggulan AIDS Karimun Erwan Muharuddin mengatakan penularan HIV/AIDS ibarat gunung es.
"Penularannya tidak tampak dari luar namun menggerogoti dari dalam dengan sangat cepat, seperti gunung es. Setiap bulan selalu ada kasus HIV/AIDS baru. Perilalu seks bebas merupakan faktor penyebab tingginya penularan HIV/AIDS di Karimun dibandingkan penyebab lainnya," katanya.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
