
Bupati Minta Sekolah Tidak Layani Guru "Titipan"

Karimun (Antara Kepri) - Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau Nurdin Basirun meminta pihak sekolah tidak melayani guru honor yang dititipkan oleh oknum tertentu untuk mengajar di sekolah tersebut.
"Saya harap sekolah tetap profesional. Jangan sampai diintervensi oleh pihak-pihak tertentu dalam mengangkat guru honor," katanya di Tanjung Balai Karimun, Jumat.
Nurdin mengatakan hal itu terkait dengan keluhan sejumlah kepala sekolah tentang maraknya guru honor yang dititipkan oknum tertentu dalam acara sosialisasi ujian nasional di Gedung SDN 001 Karimun, Kamis (4/4).
"Kepala sekolah memang menyampaikan kekhawatiran terkait adanya guru honor titipan. Kalau jumlah guru sudah cukup, tentu sekolah tidak lagi mau menerimanya," katanya.
Perekrutan tenaga honor, kata dia, juga akan berpengaruh pada anggaran untuk pembayaran honor mereka.
"Sekolah dan Dinas Pendidikan kami minta tetap profesional sehingga guru honor yang diangkat benar-benar memiliki kualifikasi dan kompeten," katanya.
Pengangkatan guru honor, kata dia, juga akan berpengaruh pada anggaran untuk pembayaran insentif, apalagi kita berencana menaikkan insentif dari Rp700.000 menjadi Rp1 juta pada 2014 yang bertujuan untuk memotivasi kinerja guru honor.
Pada pertemuan sosialisasi ujian nasional, Kamis, beberapa kepala sekolah mengeluhkan sering mendapat intervensi dari oknum-oknum tertentu yang menitipkan keluarganya sebagai guru honor di sekolahnya.
"Saya merasa dirong-rong oleh oknum yang menitipkan keluarganya sebagai honor. Oknum yang minta-minta itu membuat pening saya. Saya bilang cobalah langsung saja ke Dinas Pendidikan atau UPTD," ucap seorang kepala sekolah SMA satu atap dalam pertemuan tersebut.
Rencana pemerintah daerah menaikkan insentif dari Rp700.000 menjadi Rp1 juta pada 2014, menurut dia turut memicu bermunculannya guru honor titipan.
"Kalau seandainya insentif Rp1 juta pada 2014. Kalau dapat guru honor yang menerimanya dan mengajar di sekolah saya paling rendah memiliki kualifikasi S1. Kami juga minta guru honor yang mengajar benar-benar dipilih sehingga tidak ada lagi yang namanya guru honor titipan," katanya.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
