Logo Header Antaranews Kepri

Baru Satu Persen Industri Konsumsi Halal di Batam

Senin, 8 April 2013 15:58 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Baru sekitar satu persen dari lebih 100.000 industri konsumsi di Kota Batam Kepulauan Riau tersertifikasi halal, padahal industri konsumsi perlu mendapatkan sertifikasi halal majelis ulama Indonesia atau MUI di antaranya hotel, restoran, katering, air minum, es batu dan supermaket.

"Sudah 1.000-an produk dapat sertifikasi halal. Tapi, secara persentase, itu baru 1 persen," kata Wakil Direktur LPPOM MUI Kepri Khaeruddin Nasution kepada ANTARA di Batam, Senin.

Kesadaran pemilik usaha konsumsi untuk mendapatkan sertifikasi halal sangat kecil. Karena itu MUI terus melakukan rangkaian sosialisasi. MUI, kata dia, juga mempermudah pengurusan sertifikat halal.

"Kami tidak pernah mempersulit sertifikasi halal. Kalau ada yang belum halal, kami bimbing agar menjadi halal," kata dia.

Misalnya ada rumah makan yang belum halal, kata dia mencontohkan, maka MUI akan merekomendasikan mengubah bahan bakunya agar menjadi halal.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan sertifikasi makanan di hotel dan restoran penting untuk memberikan kenyamanan kepada pelancong dalam dan luar negeri yang harus dan ingin menikmati makanan halal.

"Batam saat ini sudah jadi salah satu destinasi wisata kuliner, jadi sertifikasi halal penting," kata dia.

Menurut dia, sertifikasi halal itu tidak melarang masakan non-halal beredar, melainkan memperjelas yang mana halal dan tidak.

"Hotel tetap menjual makanan non halal, tapi harus dipisahkan dapur halal dan non halal," kata Yusfa.

Ia berharap dengan kepastian halal dan non-halal dapat meningkatkan kunjungan Wisman dari Malaysia dan Arab.

Sebelumnya, wisatawan muslim asa Singapura mengeluhkan sertifikasi halal di kedai makan, restoran dan hotel yang berada di Batam.

"Jarang ada yang menempel sertifikat halal, kami harus tanya dulu," kata warga Singapura Amran.

Ia mengatakan ragu bersantap di tempat yang belum berlogo halal.

"Kami tidak tahu apa itu halal atau tidak, pemiliknya bilang tidak ada babi, tapi halal lebih dari itu. Apa ayamnya dipotong dengan nama Allah atau tidak," kata dia. (Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026