Wamen UMKM tinjau potensi pengembangan kawasan belanja pedestrian di Batam

id kepri batam,bp batam,wisata belanja,umkm,wamen helvi,pedestrian

Wamen UMKM tinjau potensi pengembangan kawasan belanja pedestrian di Batam

Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza (tengah) dengan pihak BP Batam sedang meninjau kawasan potensi wisata belanja di Jodoh Batam, Kepri, Jumat (9/1/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM) Helvi Yuni Moraza meninjau potensi pengembangan kawasan belanja dengan konsep pedestrian atau ramah pejalan kaki di Kota Batam, Kepulauan Riau.

“Konsep kawasan belanja pedestrian di Batam itu diharapkan tetap mempertahankan aktivitas pedagang yang ada namun ditata agar lebih rapi. Akan kami arahkan menjadi pusat UMKM dan ekonomi kreatif,” katanya di Batam saat meninjau kawasan pertokoan di Jodoh, Batam, Jumat.

Ia mengatakan bahwa pengembangan lokasi tersebut dapat memperkuat Batam sebagai destinasi wisata belanja untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Ini bukan sekadar penataan, tapi bagaimana menciptakan tempat bagi UMKM agar bisa tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. UMKM bukan hanya kaki lima, ruko juga UMKM,” ujar Helvi.

Ia mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, serta dukungan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), khususnya BRI dalam pembiayaan dan pembinaan UMKM.


Baca juga: Penerimaan 3 jenis pajak lampaui target 2025

“Jadi nanti bertahap, bisa mulai dengan mengundang para pedagang UMKM disini untuk duduk bersama, menyusun struktur pembinaan, dan juga merancang pemeliharaan kawasan,” katanya.

Helvi mengatakan pemerintah telah menyiapkan fasilitas pendukung, termasuk pembiayaan mikro. Untuk sektor kuliner, misalnya, disiapkan pembiayaan hingga Rp15 juta per UMKM.

Ia juga menitikberatkan konsep penataan yang melestarikan nilai sejarah dan heritage daerah, jadi akan dilakukan tanpa merobohkan situs penting agar menjaga identitas kawasan.

Deputi Infrastruktur Badan Pengusahaan (BP) Batam Mouris Limanto mengatakan kawasan tersebut nantinya akan menampung seluruh segmen UMKM dengan sistem zonasi, mulai dari kuliner, fesyen hingga oleh-oleh.

“Semua akan ditata dalam satu kawasan pedestrian. Saat ini masih dalam tahap kajian, termasuk anggaran dan waktu pelaksanaan,” ujar Mouris.

Ia menambahkan, pengembangan kawasan ini membutuhkan kerja sama lintas pihak, termasuk perbankan melalui Himbara untuk penyediaan modal usaha, serta kolaborasi dengan pihak lain yang ingin terlibat dalam pengembangan kawasan wisata belanja tersebut.



Baca juga: Batam salurkan bantuan Rp4,7 miliar untuk korban bencana di Sumetera Utara

Pewarta :
Uploader: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE