Logo Header Antaranews Kepri

BPOM Musnahkan 1.698 Jenis Barang Ilegal

Jumat, 26 April 2013 13:03 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memusnahkan ribuan jenis obat dan makanan ilegal yang merupakan hasil operasi gabungan nasional pada 2012 dan 2013, kata Kepala BPOM RI Lucky S Slamet di Batam, Jumat.

"Secara keseluruhan ada 1.698 jenis obat dan makanan ilegal yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya. Barang tersebut dikemas dalam 48.151 kemasan yang didominasi produk kosmetik dan obat tradisional," kata Lucky S Slamet setelah melakukan pemusnahan di Kawasan Pengelolaan Limbah Industri, Kabil, Batam.

Ia mengatakan sebagian besar barang senilai Rp379,76 juta yang dimusnahakan itu merupakan produk impor dari berbagai negara yang tidak memiliki izin edar BPOM.

"Obat-obat ini juga membahayakan bila dipakai atau dikonsumsi secara terus menerus. Jadi dilakukan penyitaan," kata dia.

Ia mengatakan bahwa selama 2012 hingga 2013 BPOM di Batam sudah menangani dua kasus yang ditindaklanjuti secara hukum dan dalam proses penyidikan.

"Proses hukum terhadap para pihak yang memiliki dan mengedarkan barang-barang tersebut juga kami lakukan. Dengan harap akan memberikan efek jera," kata Lucky.

BPOM, kata dia, terus berkomitmen melakukan pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan secara berkesinambungan dan berkoordinasi lebih intensif dengan sektor terkait.

"Khusus untuk diperbatasan seperti Batam, Entikong, Nunukan kami akan terus melakukan koordinasi lebih intensif mencegah masuknya barang-barang ilegal berbahaya," kata dia.

BPOM, kata dia, juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengkonsumsi obat dan makanan yang tidak memenuhi persyaratan, tanpa izin edar, atau barang-barang palsu.

Sementara itu, Kepala BPOM di Batam, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan sudah melakukan berbagai upaya pencegahan beredarnya barang-barang ilegal dan berbahaya di wilayah Kepri.

"Kami juga terus melakukan razia, dan mensosialisasikan tentang bahayanya barang-barang ilegal tersebut. Dengan harapan masyarakat akan lebih selektif saat membeli produk kosmetik dan makanan," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026