
Menlu Iran sebut demonstrasi berakhir, bantah rencana eksekusi pengunjuk rasa

Washington (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan unjuk rasa di Iran telah berakhir dan situasi kembali tenang. Dia pun membantah adanya rencana pemerintah mengeksekusi para pengunjuk rasa.
“Saya bisa sampaikan bahwa selama empat hari terakhir semuanya tenang. Tidak ada demonstrasi, tidak ada kerusuhan,” kata Araghchi kepada Fox News, Rabu.
Kondisi keamanan telah sepenuhnya terkendali oleh otoritas negara. Araghchi juga menepis laporan mengenai rencana hukuman gantung terhadap pengunjuk rasa.
“Tidak ada rencana untuk menggantung siapa pun,” ujarnya menanggapi sorotan internasional terhadap penanganan protes oleh pemerintah Iran.
Baca juga: Trump umumkan tarif 25% bagi negara yang berdagang dengan Iran
Aksi protes pecah di Iran pada akhir Desember 2025, dipicu kekhawatiran atas lonjakan inflasi menyusul melemahnya mata uang nasional, rial Iran, yang menekan daya beli masyarakat dan memperburuk kondisi ekonomi rumah tangga.
Sejak 8 Januari, gelombang protes meningkat setelah Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979, menyerukan aksi unjuk rasa terhadap pemerintah.
Pada hari yang sama, akses internet diblokir di seluruh negeri, langkah yang menurut otoritas Iran bertujuan untuk menjaga stabilitas, namun dikritik kelompok hak asasi sebagai upaya membatasi arus informasi.
Sumber: Sputnik
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menlu Iran klaim demonstrasi berakhir, bantah rencana eksekusi
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
