Logo Header Antaranews Kepri

SPPG Polresta Tanjungpinang terapkan standar food safety untuk MBG

Senin, 26 Januari 2026 15:08 WIB
Image Print
Proses pengolahan makanan di SPPG Polresta Tanjungpinang, Polda Kepulauan Riau (Kepri) di Jalan Rumah Sakit, Kota Tanjungpinang, Senin (26/1/2026). ANTARA/HO-Humas Polresta Tanjungpinang

Tanjungpinang (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Tanjungpinang, Polda Kepulauan Riau (Kepri) menerapkan standar food safety atau keamanan pangan dalam menjaga kualitas pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"SPPG Polri menerapkan standar keamanan pangan tingkat tinggi, sebelum makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah," kata Kepala SPPG Polresta Tanjungpinang Ghiva Renjana Hadi, Senin.

Ghiva mengatakan setiap proses produksi MBG melibatkan inspeksi internal dan pengawasan langsung dari ahli gizi guna memenuhi standar gizi nasional yang telah ditetapkan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurutnya hal itu bertujuan mencegah risiko keracunan makanan dan mendukung kesehatan anak-anak sekolah. Ini adalah bentuk nyata investasi Polri dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan cerdas.

Ia berharap langkah preventif yang diterapkan Polresta Tanjungpinang melalui SPPG ini dapat menjadi role model atau percontohan bagi wilayah lain dalam sistem pengawasan makanan gratis.

Ghiva optimistis dengan integrasi antara keamanan medis dan ketepatan nutrisi, program ini dapat menekan angka stunting dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa di Kota Tanjungpinang.

Baca juga: Polisi pastikan tak ada korban dalam kebakaran di galangan PT ASL di Batam

“Selain itu, juga untuk memberikan jaminan penuh bahwa setiap porsi makanan yang diterima oleh siswa tidak hanya bergizi, tetapi juga layak, sehat dan bebas dari kontaminasi berbahaya,” ucapnya.

Dia menjelaskan keamanan pangan di SPPG Polresta Tanjungpinang dimulai dari pemeriksaan ketat oleh tim ahli gizi Polri dari Sidokkes Polresta Tanjungpinang.

Sebelum armada distribusi berangkat, terlebih dahulu dilakukan uji organoleptik yang meliputi pengecekan warna, aroma, rasa, hingga tekstur makanan.

Selanjutnya, dilakukan rapid test (uji cepat) untuk mendeteksi kandungan zat kimia berbahaya.

"Tim memastikan makanan 100 persen bebas dari zat kimia berbahaya seperti nitrit, sianida, arsen, dan formalin dan cemaran bakteri patogen seperti E. coli dan salmonella," ungkap Ghiva.

Selain itu, ia pun memastikan pusat pengolahan di SPPG Polresta Tanjungpinang di Jalan Rumah Sakit itu telah disiapkan dengan standar sanitasi yang tinggi. SPPG Polri memastikan area dapur tetap steril guna mencegah terjadinya kontaminasi silang selama proses memasak.

Untuk menjaga kualitas hingga ke tangan siswa, prosedur distribusi dilakukan dengan protokol khusus, menggunakan wadah makanan grade kedap udara yang menjaga kebersihan makanan.

"Pendistribusian dilakukan menggunakan kendaraan logistik tertutup milik Polri untuk menjaga suhu makanan dan melindunginya dari debu maupun polusi udara," demikian Ghiva.

SPPG Polresta Tanjungpinang mulai beroperasi akhir Desember 2025 dan per hari melayani 1.515 penerima MBG yang menyasar sekolah, posyandu, ibu menyusui dan balita yang berdomisili di sekitarnya.


Baca juga: Polda Kepri tangkap tujuh pengedar narkotika dalam sepekan

Baca juga: 1.147 JCH Kepri telah melunasi Bipih



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026