Logo Header Antaranews Kepri

Pangkalan Jual Elpiji 3 Kg Rp18.000,-

Jumat, 10 Mei 2013 19:34 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Komisi II DPRD Kota Batam dalam inspeksi mendadak menemukan pangkalan resmi menjual elpiji tiga kilogram Rp18 ribu, padahal harga jual tertinggi hanya Rp15 ribu per tabung.

Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Yudi Kurnain saat sidak di sebuah pangkalan Kecamatan Batam Kota, Jumat, mengatakan penjualan di atas harga eceran tertinggi melanggar aturan.

"Jelas-jelas dipapan yang mencatat nama agen juga tertera harga Rp15 ribu. Tapi mereka menjual Rp18 ribu per tabung," kata dia.

Ia menduga terdapat permainan antara agen dengan pangkalan sehingga pemilik pangkalan membayar lebih ke agen agar mendapat pasokan lebih banyak. Sementara untuk yang membayar sesuai ketentuan dan tidak bersedia membayar harga lebih tidak mendapat pasokan.

"Ini diduga ada permainan antara agen dengan pangkalan. Sehingga hanya yang mau menjual lebih yang mendapat pasokan lebih banyak," kata Yudi.

Komisi II, kata dia, akan memangil Pertamina, Disperindag Kota Batam, sejumlah agen dan pangkalan untuk meminta keterangan mengenai hal tersebut.

"Senin (13/5) kami akan memanggil mereka. Pertamina dan Disperindag harus memberikan penjelasan mengenai kelangkaan ini," kata dia.

Kelangkaan elpiji tiga kilogram di Batam sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Beberapa pangkalan mengatakan tidak mendapat pasokan seperti biasa.

"Biasanya sehari ada 70 tabung yang dipasok, kali ini hanya 40 tabung sekali kirim. Itupun tidak bisa dipastikan kapan datangnya," kata pemilik pangkalan di Batam Kota, Ilham.

Warga Batam, Titin mengatakan membeli elpiji seharga Rp20 ribu pada pangkalan tidak resmi yang banyak terdapat pada beberapa wilayah.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Mineral Kota Batam, Amsakar Achmad menyarankan ada indikasi penyulingan sehingga terjadi kelangkaan di Batam. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026