
WNI Bantu Upaya WNA Selundupkan Ekstasi

Batam (Antara Kepri) - Dua warga negara Indonesia membantu warga negara asing asal Singapura, CW menyelundupkan 4.516 butir ekstasi dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam ke Bandara Soekarno-Hatta, Banten.
"Ada dua orang WNI yang membantu pelaku saat di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Satu menyediakan tiket, dan satu lainnya membantu 'check in' di bandara," kata Plh Kepala Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso di Batam, Senin.
Suwarso mengatakan, nama pelaku yang tertera dalam paspor berbeda dengan yang tertera dalam tiket pesawat tujuan Jakarta yang digunakan.
"Nama dalam tiket Lukman M. Itu berbeda dengan nama dalam paspor yang dibawa," kata dia.
Ia mengatakan, petugas Bandara dibantu petugas Polsek Bandara Internasional Hang Nadim Batam melakukan pemeriksaan terhadap WNI yang terlibat.
"Kalau terbukti dua-duanya akan dilarang berada pada sekitar bandara. Untuk sanksi lain polisi yang akan menentukannya sesuai dengan undang-undang," kata Suwarso.
Senin sekitar pukul 10.15 WIB, petugas Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan (BP) Batam mengamankan CW sebelum memasuki ruang tunggu keberangkatan bandara.
Petugas mencurigai barang yang dililitkan pelaku pada pinggangnya. Setelah diperiksa ternyata ekstasi dengan jumlah mencapai 4.516 butir yang hendak dibawa ke Jakarta melalui Batam dan Banten.
Meski pelaku sempat mengelak barang tersebut miliknya, namun petugas tetap melakukan pemeriksaan.
"Kasus ini ditangani oleh Polresta Barelang untuk pengembangan dan pemeriksaan lebih lanjut," kata Siuwarso.
Kasus tersebut, kata dia, menjadi temua kedua setelah ekstasi yang dibawa seorang wanita yang berhasil melarikan diri sebelum sempat ditangkap.
Selain ekstasi, jaringan narkotika internasional sering menjadikan Batam jalur transit narkoba untuk dikirim pada sejumlah daerah lain di Indonesia.
Direktur Reserse Kriminal Narkotika Poda Kepri, Kombes Pol Agus Rohmad mengatakan sejak awal tahun sudah lebih dari 20 kilogram shabu diamankan petugas dari bandara Internasional Hang Nadim Batam. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
