
Warga Gaza kembali dapat perlakuan kasar dan ancaman Israel saat kembali lewat Rafah
Moskow (ANTARA) - Kelompok pertama warga Palestina yang kembali ke Gaza usai menjalani perawatan medis di Mesir melalui penyeberangan Rafah yang dibuka kembali menghadapi interogasi, perlakuan kasar, dan ancaman penahanan dari Israel, kata pejabat kesehatan Gaza.
Kepala Juru Bicara Kementerian Kesehatan Gaza Zaher al-Wahidi mengatakan kepada RIA Novosti bahwa hanya lima pasien diizinkan berangkat untuk berobat, sementara 12 warga yang kembali dari Mesir mengalami perlakuan buruk.
“Mereka melaporkan diinterogasi, diperlakukan dengan kasar, diancam akan ditahan atau dikirim kembali ke Mesir, termasuk perempuan,” kata al-Wahidi, seraya menyebut hari pertama pembukaan penyeberangan berjalan sangat buruk.
Baca juga: Seorang bayi di Gaza meninggal akibat cuaca ekstrem
Penyeberangan Rafah di perbatasan Mesir–Gaza kembali beroperasi pada Senin setelah berbulan-bulan ditutup menyusul pengambilalihan wilayah tersebut oleh pasukan Israel pada Mei 2024.
Berdasarkan pengaturan yang berlaku, hingga 150 warga Gaza diizinkan meninggalkan wilayah itu setiap hari, sementara 50 warga diperbolehkan masuk dari Mesir setelah melalui prosedur yang ditetapkan.
Sumber: SPutnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Warga Gaza hadapi perlakuan kasar Israel saat kembali lewat Rafah
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026