
Masyarakat Kepri diimbau bijak belanja dan konsumsi pangan jelang Ramadhan

Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI mengimbau masyarakat khususnya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk bijak belanja dan konsumsi pangan terutama menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas Nita Yulianis menyebut masyarakat harus menghentikan pemborosan pangan saat Ramadhan, dengan tidak membeli makanan berlebih hingga memicu penumpukan serta menyisakan makanan di rumah.
"Tolong belanja sesuai kebutuhan, bukan keinginan," kata Nita saat meninjau Gerakan Pangan Murah (GPM) tingkat Provinsi Kepri di Kota Tanjungpinang, Senin.
Baca juga: BMKG: Cuaca di Kepri pada awal Ramadhan minim peluang hujan
Nita menyebut ketika masyarakat berbelanja secukupnya sesuai kebutuhan, maka dipastikan pasokan pangan akan selalu tersedia, karena kebutuhan bulanan sudah dihitung oleh pemerintah pusat dan daerah guna memastikan harga bahan pokok cukup dengan harga terjangkau.
Bapanas, menurut dia, juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Kepri bersama semua pemangku kepentinga untuk mengkampanyekan sekaligus meningkat kesadaran masyarakat dalam mencegah pemborosan pangan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
Menurut dia, kerugian ekonomi nasional akibat pemborosan pangan sangat tinggi yang mencapai Rp500 triliun per tahun.
Baca juga: Pemprov Kepri usul pemisahan komponen pangan dan nonpangan terkait inflasi
"Maka itu, Bapanas bersama Pemerintah Daerah se-Kepri terus mendorong masyarakat stop boros pangan. Tak perlu panic buying," ujar dia.
Bapanas bersama Pemerintah Provinsi Kepri terus melakukan upaya menjaga stabilisasi harga pangan dalam menyambut hari-hari besar keagamaan dalam waktu dekat, yaitu Imlek, Ramadhan dan Idul Fitri 2026, katanya menambahkan.
Salah satunya melalui gerakan pangan murah yang diluncurkan di semua kabupaten/kota se-Provinsi Kepri untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi.
"Gerakan pangan murah membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau atau di bawah pasar," kata Nita.
Baca juga: Disnaker Batam buka program pelatihan gratis bagi 1.984 pencari kerja
Pewarta : Ogen
Editor:
Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026
