Logo Header Antaranews Kepri

Komisi VII DPR RI dukung pelaku usaha buat spanduk iklan yang menarik

Rabu, 11 Februari 2026 10:25 WIB
Image Print
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay memberikan keterangan kepada wartawan di Kota Batam, Kepri, Selasa (10/2/2026). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Batam (ANTARA) - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mendorong pelaku usaha di lokasi wisata untuk membuat spanduk iklan yang menarik dan tidak mengganggu pemandangan.

Langkah ini, kata dia, untuk mendukung permintaan Presiden Prabowo Subianto agar menertibkan iklan-iklan, spanduk-spanduk yang terlalu banyak dan berukuran besar sehingga mengganggu pemandangan.

"Saya setujulah, kalau Presiden sudah ngomong begitu (tertibkan spanduk-red) berarti presiden sudah benar," kata Saleh usai kunjungan kerja spesifik di Politeknik Pariwisata Batam, Kepulauan Riau, Selasa.

Menurut Saleh, spanduk-spanduk iklan kebanyakan merusak pemandangan dan ukurannya juga besar dan tidak berisi informasi yang dukung.

"Kadang-kadang orang berdagang itu spanduknya, seperti dikatakan Presiden, lebih besar dari pada informasi yang diperoleh. Jadi itu jelek yang seperti itu," ujarnya.

Saleh mendorong pelaku usaha di lokasi wisata maupun di kawasan lainnya untuk membuat spanduk yang artistik sehingga dapat menarik jika dipandang.

"Kalau bikin spanduk yang artistik, sehingga demikian justru buat orang senang, bukannya pusing," katanya.

Selain spanduk usaha, Saleh juga meminta spanduk-spanduk partai atau calon tertentu juga ditertibkan, karena sama-sama mengganggu pemandangan.

Baca juga: Menata ulang masa depan perbatasan melalui Sekolah Rakyat 32 di Natuna

"Ya spanduk kalau tidak perlu, apalagi sekarang belum pemilu, sudah ada spanduknya, yang gitu-gitu dibersihkan," pintanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2) menyoroti soal maraknya baliho dan spanduk-spanduk besar berisi iklan di jalanan Indonesia.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat mengganggu. Presiden meminta kepada pemerintah untuk menertibkan iklan-iklan dan spanduk-spanduk tersebut.

Dia mencontohkan spanduk di warung pinggir jalan yang kerap mengganggu pemandangan salah satunya di kawasan Bogor. Sebuah spanduk warung makan berukuran besar yang berisi informasi promo beli satu gratis satu.

"Kenapa harus besar-besar sih (tulisan-red)? Turis datang enggak mau lihat spanduk," ujar Presiden.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Komisi VII dukung pelaku usaha buat spanduk iklan yang menarik



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026