Logo Header Antaranews Kepri

Perum Bulog proses pembangunan infrastruktur pascapanen di Natuna perkuat ketahanan pangan

Senin, 16 Februari 2026 13:45 WIB
Image Print
Salah satu Komplek Pergudangan Bulog di Natuna, Kepri, pada Februari 2026. ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Perum Bulog memproses pembangunan infrastruktur pascapanen di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan di wilayah perbatasan.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, Pencius Siburian, di Natuna, Senin, mengatakan pada 2026 pihaknya menargetkan pembangunan puluhan fasilitas pascapanen.

Dalam pelaksanaan program itu, Perum Bulog berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten/Kota berperan menyiapkan lahan, sementara Bulog menanggung proses pembangunan.

Untuk di Natuna, Pemerintah Kabupaten Natuna mengusulkan tiga unit, dan menyiapkan lahan di tiga lokasi berbeda, meliputi di Pulau Laut, Pulau Serasan, dan Pulau Midai. Saat ini, proses pembangunan yang siap direalisasikan berada di Pulau Laut karena sertifikat lahan telah tersedia.

Baca juga: Polda Kepri kerahkan 69 personel amankan libur panjang tahun baru Imlek

"Gudang yang akan dibangun dirancang memiliki kapasitas tampung hingga 1.000 ton, sehingga mampu menyerap dan menyimpan hasil pertanian dalam jumlah besar," ucap dia.

Infrastruktur yang akan dibangun meliputi gudang penyimpanan, perkantoran, hingga rumah dinas pegawai. Program ini dirancang untuk mendukung kelancaran operasional serta memastikan hasil panen dapat dikelola dengan lebih optimal.

Pemerintah Kabupaten Natuna lanjut dia, mengusahakan agar lahan di dua pulau lainnya segera bersertifikat atas nama Pemerintah Daerah, agar bisa segera di proses.

Pembangunan di tiga titik tersebut juga bertujuan memperpendek jalur distribusi pangan antarpulau. Saat ini, Bulog Natuna telah memiliki dua gudang yang berlokasi di Kecamatan Bunguran Timur dan Bunguran Barat.

"Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi bahan pangan bagi masyarakat," ujar dia.



Baca juga: Dinsos PM Batam sebut belum ada pengajuan reaktivasi PBI JKN dari warga



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026