Logo Header Antaranews Kepri

KPU Batam Curigai Ijazah Bakal Caleg Palsu

Selasa, 28 Mei 2013 17:18 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Komisi Pemilihan Umum Kota Batam mencurigai adanya ijazah palsu milik bakal calon anggota DPRD Batam yang akan bertarung dalam Pemilu 2014, kata anggota KPU Batam Zeindra Yanuari di Batam, Selasa.

"Ada satu atau dua bakal caleg yang kami curigai ijazahnya bermasalah," kata Zeindra.

Ijazah dicurigai karena dikeluarkan oleh lembaga pendidikan menengah atas di luar Batam pada 2013, padahal bakal caleg yang bersangkutan kelahiran tahun 1960-an.

KPU menyerahkan temuan mencurigakan itu ke Panitia Pengawas Pemilu Kota Batam untuk diselidiki lebih lanjut.

"KPU tidak memiliki dana verifikasi ijazah, sehingga kami serahkan ke Panwaslu," kata dia.

KPU memang bertugas melakukan verifikasi berkas syarat-syarat menjadi caleg, kata dia, namun dananya terbatas dan tidak bisa untuk menyelidiki lebih lanjut, sehingga pengecekan hanya sebatas kelengkapan syarat.

Selain ijazah palsu, KPU Batam juga sempat mencurigai hasil tes kesehatan milik seorang bakal caleg karena berbeda dari dokumen kesehatan bacaleg lain. Namun, saat dicek ulang ke dokter yang mengeluarkan hasil tes, kata dia, ternyata tidak ada masalah.

Ia mengatakan verifikasi syarat bakal caleg belum selesai dilakukan KPU Batam.

Secara terpisah Ketua Panwaslu Kota Batam Suryadi mengatakan sudah menerima surat KPU Batam yang mencurigai ijazah seorang bakal caleg.

"Ijazah itu dikeluarkan tahun 2013, padahal orangnya kelahiran tahun 1960-an. Apa mungkin begitu," kata dia.

Ijazah dikeluarkan oleh lembaga pendidikan setingkat SMA di luar kota.

"Yang mengeluarkan dari jauh, bukan Batam. Saya belum bisa sebut nama daerahnya dulu. Nanti kalau sudah selesai verifikasi baru diumumkan," kata dia.

Ia juga menolak menyebutkan nama bakal caleg dan partai yang mengusungnya.

Untuk verifikasi, kata dia, Panwaslu Batam akan bekerja sama dengan Panwaslu tempat lembaga pendidikan yang menerbitkan ijazah.

"Sama seperti KPU, Panwaslu juga tidak memiliki dana untuk verifikasi seperti itu. Makanya kami bekerja sama dengan Panwaslu daerah tempat ijazah itu dikeluarkan," kata dia menegaskan. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026