
Legislator: Tata Kota Ibu Kota Kepri Semrawut

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Riau menyatakan penataan kota di Tanjungpinang, yang merupakan ibu kota wilayah tersebut, masih semrawut sehingga menyebabkan banjir dan kemacetan lalu lintas.
"Kami melihat Kota Tanjungpinang tidak dipersiapkan secara matang sebagai ibu kota provinsi sehingga penataan kotanya semrawut. Butuh kerja keras pemerintah kota maupun provinsi untuk membenahinya," kata Ketua Komisi I DPRD Kepulauan Riau (Kepri) Syarafuddin Aluan, di Tanjungpinang, Jumat.
Aluan yang juga Ketua Partai Persatuan Pembangunan menambahkan, Tanjungpinang terkesan seperti kota ruko, tetapi pembangunan rukonya tidak tertata dengan rapi. Bahkan halaman yang dimiliki ruko itu terbatas sehingga jalan berukuran sempit kerap digunakan sebagai tempat parkir sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Luas jalan yang terbatas juga menyebabkan kemacatan yang panjang karena semakin banyaknya kendaraan roda empat di Tanjungpinang. Diperkirakan kondisi itu semakin parah sepanjang tahun karena jalan alternatif di Tanjungpinang masih terbatas.
"Pemerintah Tanjungpinang sebaiknya membuat jalan alternatif untuk mencegah macet dan kecelakaan lalu lintas. Terkait anggaran pembangunan infrastruktur jalan, semestinya Pemkot Tanjungpinang berkoordinasi dengan Pemprov Kepri," ungkap Aluan yang berasal dari daerah pemilihan Tanjungpinang.
Pembangunan perumahan yang kurang memperhatikan kawasan resapan air dan drainase juga menyebabkan banjir. Saat ini terdapat belasan lokasi banjir di Tanjungpinang yang belum berhasil ditanggulangi. Persoalan itu harus ditangani secara serius agar tidak terjadi lagi banjir di Tanjungpinang.
"Kami berharap pemerintah lebih mempertegas strategi pembangunan di Tanjungpinang agar terlihat baik. Kami berharap Tanjungpinang dapat mengejar ketertinggalan pembangunannya dibanding Batam," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
