Logo Header Antaranews Kepri

Ikan angoli dan kerapu Kepri tembus pasar Australia, ekspor perdana capai ratusan Juta

Minggu, 1 Maret 2026 12:29 WIB
Image Print
Petugas Karantina Kepri memeriksa komoditas perikanan sebelum diekspor ke Australia melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Sabtu (28/2/2026). ANTARA/HO-Karantina Kepri

Tanjungpinang (ANTARA) - Potensi laut Kepulauan Riau (Kepri) kembali menunjukkan kelasnya di pasar internasional. Kali ini, ikan angoli dan kerapu mulai diekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar Australia, yang dikirim perdana melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF).

Ekspor senilai Rp134 juta ini menjadi torehan prestasi baru bagi sektor perikanan lokal. Tercatat, sebanyak 457,4 kilogram ikan Angoli dan 70,45 kilogram ikan Kerapu sukses diterbangkan menuju Negeri Kanguru.

Kepala Karantina Kepri, Hasim pada Sabtu mengungkapkan bahwa keberhasilan menembus pasar Australia adalah bukti nyata kualitas tangkapan nelayan setempat memiliki daya saing tinggi, mengingat standar masuk ke sana sangat ketat.

"Keberhasilan ekspor perdana ini menjadi bukti daya saing komoditas perikanan Kepri di pasar global," kata Kepala Karantina Kepri Hasim usai pelepasan ekspor ikan angoli dan kerapu melalui Bandara RHF Tanjungpinang, Kepri, Sabtu.

Ia mengatakan, Karantina Kepri berkomitmen terus memperkuat pengawasan dan memfasilitasi layanan karantina agar ekspor berjalan lancar, aman, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.

"Melalui sinergi antara pelaku usaha, karantina dan instansi terkait, ekspor perdana ini diharapkan menjadi langkah awal peningkatan volume dan nilai tambah komoditas perikanan Kepri di pasar internasional," ungkapnya.

Sementara, Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Bandara RHF Dorisman menyampaikan sebelum diberangkatkan, seluruh komoditas ekspor tersebut telah melalui serangkaian tindakan karantina guna memastikan keamanan dan mutu produk.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pengujian Red Sea Bream Iridovirus Disease (RSIVD) yang bertujuan mendeteksi virus), lalu organoleptik guna memastikan kesegaran, tekstur, warna, aroma ikan sesuai standar mutu serta bebas penyakit sesuai standar WOAH serta persyaratan dari negara tujuan.

Selain itu, katanya, proses ekspor juga telah melalui sistem Single Submission Quarantine Customs (Ssm-QC ekspor) sebagai mekanisme penjaminan mutu dan kepabeanan yang terintegrasi, sehingga seluruh persyaratan administrasi dan teknis ekspor dapat dipenuhi secara tertib dan akuntabel.

“Kami memastikan setiap tahapan pemeriksaan dilakukan secara teliti dan profesional. Pengujian organoleptik menjadi bagian penting guna menjamin komoditas yang diekspor dalam kondisi aman, sehat, dan bermutu sehingga memenuhi standar negara tujuan yaitu Australia,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026