Logo Header Antaranews Kepri

23 WNI tertahan di Bandara Abu Dhabi kini telah aman

Senin, 2 Maret 2026 14:28 WIB
Image Print
Suasana menuju Bandara Internasional Zayed pada Senin (2/3) pagi tampak sepi. Saat mendekati pintu gerbang bandara, kawasan tersebut dijaga ketat oleh otoritas setempat dan warga sipil dilarang memasuki area itu. /ANTARA/Hanni Sofia.

Abu Dhabi (ANTARA) - Sebanyak 23 Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat tertahan di Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi akibat eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah kini telah mendapatkan perlindungan dan sudah berhasil keluar dari kawasan Bandara dengan aman.

“Saat ini mereka sudah berhasil dikeluarkan semua dari Bandara dan sudah diakomodasi pada beberapa hotel di Abu Dhabi,” kata Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk UEA Judha Nugraha di Abu Dhabi, Senin (2/3).

Puluhan WNI yang sebagian besar adalah penumpang transit, beberapa di antaranya baru selesai melakukan ibadah umrah terpaksa tertahan di Bandara Zayed karena pembatalan penerbangan seluruh maskapai akibat penutupan ruang udara di sejumlah wilayah kawasan.

Peristiwa itu terjadi di tengah meningkatnya konflik militer di kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 ketika serangkaian serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap beberapa target di Iran memicu balasan rudal dan drone dari Teheran yang juga meluas ke negara-negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab.

Serangan Iran telah mengguncang beberapa wilayah kota seperti Abu Dhabi dan Dubai, dengan laporan mengenai ledakan, penutupan koridor udara, penangguhan penerbangan internasional, hingga dampak terhadap infrastruktur transportasi sipil.

Dalam keterangannya, Dubes Judha Nugraha menjelaskan bahwa 23 WNI yang tertahan tersebut sempat mengalami keterlambatan keluar dari bandara karena gangguan operasional dan pembatasan aktivitas di area terminal akibat kondisi keamanan yang dinamis.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dubes RI: 23 WNI sempat tertahan di Bandara Abu Dhabi kini telah aman



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026