Logo Header Antaranews Kepri

Presiden Prabowo berjanji Indonesia keluar BoP jika tak bantu Palestina merdeka

Jumat, 6 Maret 2026 05:44 WIB
Image Print
Wakil Ketua Umum Majelis Umum Indonesia KH Cholil Nafis (kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui selepas menghadiri pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan tokoh-tokoh muslim dan ormas Islam di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto kembali memberikan penegasan terkait sikap politik luar negeri Indonesia di kancah internasional. Presiden berjanji akan membawa Indonesia keluar dari keanggotaan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza apabila lembaga bentukan Donald J. Trump tersebut tidak memberikan kontribusi terhadap cita-cita rakyat Palestina untuk merdeka dari zionis Israel.

Janji tegas tersebut disampaikan Presiden Prabowo di hadapan lebih dari 160 kiai dan ulama dalam acara silaturahmi dan dialog yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam.

Misi Utama: Kemerdekaan Palestina

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Cholil Nafis, yang hadir langsung dalam pertemuan tersebut, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memiliki tujuan utama saat memutuskan Indonesia bergabung dengan BoP, yaitu demi mewujudkan kemerdekaan Palestina dari zionis Israel.

Artinya, jika niat dan tujuan itu tidak terwujud, Indonesia tidak akan ragu untuk keluar dari keanggotaan BoP.

"Soal BoP, beliau (Presiden, red.) bertekad (tujuannya) untuk kemerdekaan Palestina. Jika tidak untuk kemerdekaan Palestina, Beliau siap mundur. Itu yang terbaru dari beliau. Beliau berkomitmen semua yang dilakukan untuk Palestina, untuk kemerdekaan Palestina," kata Cholil Nafis menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui setelah acara.

Menurutnya, Presiden secara terbuka berkomitmen bahwa segala langkah diplomasi yang dilakukan pemerintah saat ini sepenuhnya diarahkan untuk kepentingan bangsa Palestina.

"Janjinya, kalau memang saya tidak bermanfaat di BoP, saya akan mundur. Beliau (Presiden, red.) berjanji yang dilakukannya (di BoP) untuk kemerdekaan Palestina, untuk kepentingan Palestina. Kalau tidak untuk kepentingan Palestina, beliau mundur," tambah Kiai Cholil menirukan pernyataan Presiden.

Sebelum bertemu Presiden, Kiai Cholil mengatakan dirinya secara pribadi menilai bahwa keberadaan BoP saat ini sudah tidak lagi efektif sebagai alat perjuangan kemerdekaan Palestina. Ia melihat rekam jejak para penggagasnya tidak menunjukkan keberpihakan yang jelas terhadap perdamaian.

Ia menyarankan agar Indonesia lebih fokus memaksimalkan peran di organisasi lain seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sebagai informasi, opsi untuk menarik diri dari BoP ini bukan pertama kalinya disampaikan oleh Presiden Prabowo. Sebelumnya, sikap serupa juga pernah dinyatakan Presiden di hadapan para ulama pada pertemuan 3 Februari 2026.


Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melalui sambungan telepon membahas rencana keduanya pergi ke Teheran, Iran, untuk membantu meredam eskalasi yang saat ini terjadi di negara-negara Teluk, Timur Tengah.

Presiden Prabowo membagikan isi percakapannya dengan PM Sharif dalam pertemuan dengan para kiai, ulama, serta cendekiawan muslim di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (5/3) malam.

"Beliau (Presiden Prabowo, red.) tadi bercerita sebelum pertemuan ini, tadi ada bicara telepon dengan Perdana Menteri Pakistan," kata Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie saat ditemui setelah acara pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana, Kamis malam.

"Dan yang saya bersyukur Presiden (Prabowo), Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden," sambung Jimly.

Jimly kemudian menyampaikan di hadapan para ulama dan kiai, Presiden Prabowo menjelaskan niatan untuk mediasi itu lebih ke arah untuk meredam eskalasi yang saat ini terjadi di negara-negara Teluk, terutama setelah militer Amerika Serikat dan zionis Israel menyerang Iran secara sepihak minggu lalu.

"Jadi, bukan menegosiasi ya, menjadi mediator antara apa dengan bukan hanya dalam pengertian negosiasi atau mediasi Israel dengan Iran, bukan kayak begitu. Ini kan orang (tertingginya, red.) sudah dibunuh ya kan. Ayatollah-nya sudah dibunuh, masa ditawarin damai, bukan dalam konteks itu, tetapi ini untuk mencegah eskalasi," kata Jimly menjelaskan.




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo kembali janji keluar BoP jika tak bantu Palestina merdeka



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026