Logo Header Antaranews Kepri

Pemerintah bentuk Satgas Saber di Natuna awasi mutu pangan

Jumat, 6 Maret 2026 19:14 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pengawasan perdagangan di Pasar Rakyat Ranai pada Jumat (6/3/2026). ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna, Kepri (ANTARA) - Pemerintah membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, untuk mengawasi berbagai komoditas pangan strategis, menjaga stabilitas harga, sekaligus memastikan kualitas dan keamanan pangan yang beredar.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Akmal Dusty di Natuna, Kepri, Jumat, mengatakan Satgas Saber merupakan gabungan beberapa instansi di Natuna yang bertugas melakukan pengawasan langsung di lapangan terhadap berbagai komoditas pangan strategis.

Keberadaan Satgas Saber Pangan menjadi langkah pemerintah dalam memperkuat pengawasan terhadap distribusi dan peredaran bahan pangan strategis.

Pengawasan tersebut mencakup penegakan pelaksanaan regulasi harga pembelian pemerintah (HPP), harga eceran tertinggi (HET), dan harga acuan penjualan (HAP), sekaligus memastikan mutu serta keamanan pangan yang beredar.

Selain itu, satgas juga berperan dalam mengantisipasi praktik-praktik yang dapat memicu ketidakstabilan harga, seperti penimbunan barang atau peredaran produk pangan yang tidak layak konsumsi.

Baca juga: Pemprov Kepri teken pinjaman daerah Rp400 M dengan Bank BJB

Adapun komoditas pangan strategis antara lain, beras, bawang merah, bawang putih, gula pasir, telur, minyak goreng, cabai merah keriting, cabai rawit merah, tepung terigu, serta daging ayam, dan daging sapi.

"Satgas ini baru dibentuk pada 2026, dan SK (surat keputusan) tengah dibuat," ucap dia.

Satgas kata dia, melakukan pemantauan langsung di lapangan, termasuk pada pasar, distributor, hingga jalur distribusi komoditas penting.

Melalui pengawasan itu, pemerintah ingin memastikan bahan pangan yang dipasarkan tetap memenuhi standar mutu serta tidak merugikan masyarakat.

Adapun instansi yang terlibat dalam satgas antara lain Kepolisian Resor Natuna dan Pemerintah Kabupaten Natuna.

"Ketua Satgas Kasatreskrim Polres Natuna. DKPP Natuna dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperidagkopum) Natuna juga masuk dalam Satgas," ujar dia.


Baca juga: Pemkab Natuna serahkan bantuan uang tunai kepada para guru ngaji rumahan



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026