
WHO peringatkan krisis persediaan medis di Gaza akibat pembatasan akses masuk

Jenewa (ANTARA) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (6/3) memperingatkan bahwa persediaan obat-obatan di Jalur Gaza sangat menipis di tengah keterbatasan akses masuk ke wilayah tersebut.
Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur, Hanan Balkhy, mengatakan persediaan beberapa bahan dasar, termasuk kain kasa dan jarum, sudah habis.
"Di Gaza, sistem kesehatan masih sangat rapuh, dan persediaan obat-obatan penting, perlengkapan perawatan trauma serta peralatan bedah sangat sedikit," katanya, menambahkan bahwa krisis bahan bakar juga membatasi kapasitas operasional rumah sakit.
Baca juga: Pemkot Batam bentuk 64 kelurahan siaga penyakit Tb percepatan penanganan
Ia memperingatkan bahwa tanpa akses kemanusiaan yang konsisten, termasuk penyaluran pasokan medis yang aman serta dimulainya kembali evakuasi medis, pasien akan terus menghadapi penundaan yang mengancam jiwa dalam memperoleh pengobatan.
Balkhy mencatat bahwa WHO mampu membawa beberapa pasokan medis dan bahan bakar ke Gaza pada Selasa dan Rabu, tetapi beberapa truk bantuan masih terjebak di Kota El Arish di Mesir.
Menurutnya, jumlah truk yang memasuki Gaza tidak lebih dari 200 unit per hari, sementara wilayah tersebut membutuhkan setidaknya 600 truk setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sumber: WAFA-OANA
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: WHO peringatkan krisis pasokan medis di Gaza akibat pembatasan
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
