
Jelang Lebaran, arus pemudik di Pelabuhan Ranai Natuna mulai meningkat 30 persen

Natuna (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Riau mencatat arus pemudik yang melalui Pelabuhan Ranai, Kabupaten Natuna, mulai mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan jumlah penumpang ini terpantau untuk keberangkatan maupun kedatangan.
Kepala UPT Penyelenggara Pelabuhan Wilayah IV Kabupaten Natuna–Anambas, Muhammad Fadlal, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah penumpang saat ini telah mencapai sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan hari biasa.
Tren kenaikan ini terlihat jelas pada pelayaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bahtera Nusantara 01 pada Sabtu (7/3) pagi. Kapal yang melayani rute antar-pulau ini mulai dipadati warga yang ingin pulang kampung lebih awal.
"Kenaikan jumlah penumpang menjelang Lebaran mulai terasa. Biasanya pada hari normal jumlah penumpang rata-rata sekitar 100 orang, tadi saja sudah mencapai sekitar 120 orang," ujar Muhammad Fadlal di Natuna, Sabtu.
Persiapan Masa Mudik
Pihak otoritas pelabuhan terus memantau pergerakan penumpang guna memastikan kelancaran arus mudik di wilayah Natuna dan Anambas. Peningkatan ini diprediksi akan terus melonjak mendekati hari raya, mengingat Pelabuhan Ranai merupakan akses vital bagi masyarakat di garda terdepan Indonesia tersebut.
Dishub Kepri mencatat Pelabuhan Ranai saat ini melayani dua kapal penumpang, yakni Kapal Motor Penyeberangan Bahtera Nusantara (BN) 01 dan Sabuk Nusantara 36.
Kedua kapal ini melayani rute wilayah Kepulauan Riau meliputi Natuna, Anambas dan Tanjung Uban hingga Sintete di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Ia menjelaskan, puncak arus mudik di Pelabuhan Ranai diperkirakan terjadi pada 12 Maret dan 18 Maret 2026. Pada 12 Maret, pemudik diperkirakan memanfaatkan kapal Sabuk Nusantara 36, sedangkan pada 18 Maret menggunakan Bahtera Nusantara 01.
"Untuk penumpang di BN 01 diperkirakan bisa mencapai 300 orang di 18 Maret. Tanggal 11 Maret BN 01 dari Tanjung Uban ke Natuna juga diperkirakan akan mengalami lonjakan yang signifikan," katanya.
Kondisi demikian menurut dia, membutuhkan perhatian khusus, terutama bagi penumpang yang sakit. Ia mengimbau masyarakat yang akan mudik agar menyiapkan segala keperluan perjalanan serta memahami aturan sebelum berangkat.
Bagi pasien yang hendak menggunakan kapal BN 01, ia meminta agar melapor terlebih dahulu kepada petugas serta melengkapi seluruh persyaratan, seperti surat keterangan sakit dan pendamping medis.
Menurut dia, keberadaan perawat atau tenaga medis pendamping penting, karena kapal roro pada dasarnya tidak difokuskan untuk mengangkut penumpang melainkan angkutan dan barang sehingga fasilitas kesehatan di kapal terbatas.
"Disarankan pasien gunakan kapal lain yang lebih memungkinkan dari sisi fasilitas. Jika tidak ada pilihan lain, pastikan persyaratan dilengkapi, termasuk membawa perawat atau pendamping yang memahami penanganan medis. Ini penting untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu selama perjalanan. Ini juga menjadi pesan dari kapten kapal," katanya.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
