
Pemkab Natuna jaga stok dan harga bahan pangan melalui Gerakan Pangan Murah

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna Provinsi Kepulauan Riau berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Akmal Dusty, dikonfirmasi dari Natuna, Ahad, mengatakan pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
Menurut dia, GPM digelar pada waktu-waktu tertentu, terutama ketika terjadi kenaikan harga bahan pangan di pasaran.
“Dalam kegiatan GPM, harga komoditas yang dijual biasanya lebih murah dibandingkan harga pasar,” ucapnya.
Ia menjelaskan komoditas yang dijual menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, biasanya antara lain beras, minyak goreng, telur, tepung, cabai, gula, sayuran, bawang, serta buah-buahan.
Dalam pelaksanaannya, DKPP Natuna bekerja sama dengan Perum Bulog, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkopum) Kabupaten Natuna, serta Polres Natuna.
DKPP Natuna, lanjut dia, bertugas menyediakan dan menjual komoditas seperti cabai, sayuran, buah-buahan dan bawang.
Sementara itu, komoditas seperti beras dan minyak goreng menjadi tanggung jawab Perum Bulog, sedangkan beberapa komoditas lainnya ditangani oleh Disperindagkopum.
Baca juga: Pertumbuhan ekonomi Batam tanpa migas capai 6,76%
“Setiap komoditas memiliki skema yang berbeda. Untuk komoditas dari DKPP, kami membeli langsung dari petani dengan harga grosir, kemudian dijual kepada masyarakat dengan harga konsumen yang lebih murah dari harga pasar, namun tetap menyesuaikan dengan modal yang dikeluarkan,” katanya.
Ia menambahkan DKPP Natuna menggelar GPM saat harga pangan mulai mengalami kenaikan, melalui data yang dikumpulkan.
DKPP Natuna, kata dia, memiliki petugas khusus yang setiap hari memantau dan mencatat harga pangan di pasaran. Petugas tersebut dikenal dengan sebutan enumerator.
Enumerator bertugas memantau harga berbagai komoditas pangan strategis, seperti beras, bawang merah, bawang putih, gula pasir, telur, minyak goreng, cabai merah keriting, cabai rawit merah, tepung terigu, daging ayam, serta daging sapi.
“Tujuannya untuk menyediakan data harga pangan yang akurat sekaligus menjadi langkah deteksi dini apabila terjadi lonjakan harga di masyarakat,” ujar dia.
Baca juga: BI Kepri catat transaksi penjualan UMKM di "KURMA 2026" capai Rp2,54 miliar
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
