
Batam Sediakan Rp1,638 Miliar Subsidi Pasar Murah

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, menyiapkan dana Rp1,638 miliar untuk memberikan subsidi harga bahan kebutuhan pokok masyarakat miskin melalui program pasar murah.
Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Batam Ardiwinata di Batam, Senin, mengatakan program pasar murah diadakan dua kali setahun untuk meningkatkan ketahanan rumah tangga dan kemampuan beli masyarakat kurang mampu.
Tahun ini, pemerintah menyiapkan 36.000 paket sembako yang dijual di pasar murah, yang dibagi dalam dua tahap penjualan, periode Juni-Juli dan September-Oktober.
Satu paket sembako terdiri dari 5 kg beras, 2 kg beras gula pasir dan 2 liter minyak goreng, yang nilainya sekitar Rp95.500. "Tapi masyarakat membelinya Rp50.000, sisanya disubsidi pemerintah," kata dia.
Rata-rata setiap kecamatan yang ada di Batam mendapatkan jatah 1.500 paket sembako, kecuali Nongsa sebanyak 1.000 sembako dan Sagulung sebanyak 2.000 sembako. "Disesuaikan dengan jumlah penduduk. di Sagulung penduduknya padat," tambah Ardi.
Tahap pertama, dimulai Selasa (18/6). Pasar murah diadakan di Kecamatan Bengkong, selanjutnya pasar murah dilakukan bergilir hingga selesai 12 kecamatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan pemerintah melaksanakan program pasar murah dan operasi pasar untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
"Kalau pasar murah khusus untuk menghadapi hari besar, maka dipilih pertengahan tahun ini, menjelang Ramadhan, dan sekitar Oktober menjelang Natal," kata dia.
Mengenai kenaikan harga yang kini terjadi, ia mengatakan masih relatif stabil. "Setiap tahun begitu, setiap pertengahan tahun kenaikan harga terjadi lebih tinggi karena kebutuhan masyarakat sedang tinggi," kata dia.
Ia membantah kenaikan harga terjadi akibat reaksi pedagang menanggapi rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
