
Polres Karimun patroli di SPBU antisipasi "panic buying" BBM

Karimun (ANTARA) - Personel Polres Karimun, Polda Kepulauan Riau (Kepri) melakukan patroli di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) guna mengantisipasi kepanikan pembelian atau panic buying kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di tengah isu kelangkaan energi imbas konflik Timur Tengah.
Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel Samapta untuk melaksanakan kegiatan monitoring, pengamanan, serta pengaturan di beberapa titik SPBU di Kabupaten Karimun, di antaranya SPBU Poros, SPBU Coastal Area, dan SPBU Sungai Pasir.
"Kegiatan ini sebagai langkah antisipasi terhadap potensi pembelian BBM secara berulang serta mencegah terjadinya antrean panjang di SPBU," kata Kapolres Karimun, Rabu.
Kapolres menyebut di sela patroli itu, personel kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat supaya tetap tertib saat melakukan pengisian BBM di SPBU.
Selain itu, ia turut mengimbau masyarakat Karimun tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan (panic buying) yang dapat memicu antrean panjang di SPBU.
Baca juga: Dinsos PM Batam siapkan bantuan 30 kursi roda bagi penyandang disabilitas
Dia berharap masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar, khususnya terkait dengan ketersediaan BBM. Pemerintah memastikan stok BBM masih aman dan cukup, terutama menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Jangan membeli BBM berlebihan karena justru dapat mengganggu kelancaran distribusi BBM kepada masyarakat lainnya," ujar AKBP Yunita.
Sementara, Direktur Utama PT. Ology Karimun Bumi Sukses selaku pengelola SPBU Poros Muhammad Nasrullah menjamin pasokan BBM tetap aman dan lancar.
Ia pun mengimbau masyarakat tidak perlu panic buying yang dapat memicu antrean panjang pembelian BBM di SPBU.
"Kami tegaskan distribusi BBM untuk wilayah Karimun masih aman dan lancar," katanya pula.
Baca juga: Mudik Lebaran 2026: ASDP Batam beri diskon tiket 12 persen rute Punggur-Tanjung Uban
Pewarta : Ogen
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
