
BP Batam Presentasikan Pembangunan 40 Tahun

Batam (Antara Kepri) - Kepala Badan Pengusahaan Batam Mustofa Widjaja mempresentasikan pembangunan Batam selama 40 tahun dan rencana pengembangan kawasan tersebut kepada sejumlah perwakilan duta besar untuk Indonesia di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan selama 40 tahun Batam berubah menjadi kawasan industri terkemuka di Asia Pasifik dengan status kawasan perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) sehingga menjadi salah satu tujuan investasi utama.
"Batam sangat konpetitif. Dengan letak yang sangat strategis Batam didukung dengan fasilitas kawasan industri, penerbangan, kargo kelas internasional sehingga sangat potensial untuk investasi," kata dia.
BP Batam, kata dia, merupakan lembaga yang mengelpola lahan seluas 715 km persegi yang berkembang menjadi industri alih kapal, perdagangan, pariwisata, penunjang minyak dan gas serta industri lainnya dengan orientasi ekspor.
"Batam merupakan tempat yang strategis untuk berinvestasi dengan berbagai fasilitas penunjang memadai," kata dia.
Pemerintah pusat, kata dia, juga mendukung BP Batam dengan berupaya membuat kebijakan, pelimpahan wewenang ke BP Batam termasuk berbagai perizinan untuk mempermudah investasi.
Sementara itu, Dirjen Informasi Publik dan Diplomasi, Kementerian Luar Negeri, AM Fachir pada perwakilan duta besar dan pengusaha yang hadir menyampaikan jika bisnis di Batam sangat menguntungkan dengan berbagai kemudahan yang disampaikan.
"Selain letak Batam yang strategis dan berdekatan dengan Malaysia dan Singapura, juga ekonominya yang saat ini berkembang pesat," kata dia.
Ia mengatakan, fasilitas pendukung di Batam sangat menunjang investasi.
"Pertemuan ini juga sebagai tindak lanjut kunjungan beberapa duta besar untuk Indonesia ke Batam pada September 2012 lalu," kata Fachir.
Dalam pertemuan tersebut juga dipresentasikan mengenai pengembangan data centre BP Batam, dan presentasi dari PT McDermott Indonesia sebagai salah satu perusahaan paling lama yang membangun industri di Batam. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
