Logo Header Antaranews Kepri

Harga tiket reri Singapura-Batam naik, Disbudpar pastikan wisata tetap normal

Jumat, 13 Maret 2026 15:42 WIB
Image Print
Kapal feri dari Singapura melintas di perairan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (22/11/2025). Berdasarkan data Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Badan Pengusahaan (BP) Batam pada September 2025 kedatangan penumpang pelayaran internasional mencapai 220.528 orang atau turun 1,83 persen, sementara keberangkatan ke luar negeri tercatat sebanyak 228.166 orang atau naik 4,07 persen dibandingkan bulan sebelumnya. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/rwa.

Batam (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam memastikan arus kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura, tetap berjalan normal meski terjadi kenaikan biaya perjalanan feri akibat pemberlakuan fuel surcharge per 12 Maret 2026. Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan pembatalan perjalanan dari agen wisata maupun rombongan besar yang telah menjadwalkan kunjungan ke Batam.

Kepala Dinas saat dikonfirmasi di Batam, Jumat mengatakan, kenaikan harga tiket belum berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura.

Ia mengatakan, setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Dinas Perhubungan.

“Memang ada kenaikan. Informasi yang kami terima, hal ini berkaitan dengan kenaikan harga minyak dunia yang dipengaruhi situasi di Timur Tengah,” kata Ardiwinata.

Ia menyebut, hingga saat ini belum ada laporan pembatalan perjalanan dari agen perjalanan maupun rombongan wisata yang telah menjadwalkan kunjungan ke Batam.

“Sampai saat ini belum ada pembatalan perjalanan dari travel agent ataupun rombongan wisata yang sudah merencanakan kunjungan ke Batam dalam waktu dekat,” ujarnya.

Penyesuaian biaya perjalanan feri tersebut dikenakan dalam bentuk tambahan fuel surcharge.

Untuk keberangkatan dari Singapura ke Batam melalui HarbourFront Centre atau Tanah Merah Ferry Terminal dikenakan biaya tambahan sebesar 6 dolar Singapura.

Sementara untuk keberangkatan dari Batam dan wilayah Kepulauan Riau, seperti Batam Centre, Sekupang, dan Tanjungpinang, dikenakan biaya tambahan sekitar Rp65.000 per penumpang.

Untuk perjalanan pulang-pergi, tarif umumnya berada di kisaran 76 dolar Singapura atau sekitar Rp1 juta.

Namun dari hasil pemantauan terbaru, harga tiket pulang-pergi dari Singapura ke Batam tercatat mencapai sekitar 88 dolar Singapura atau sekitar Rp1,1 juta.

Sementara itu, tarif perjalanan satu arah dari Batam menuju Singapura rata-rata berada di kisaran Rp570-650 ribu, dari sebelumnya di kisaran Rp530 ribu.

Ardiwinata menjelaskan bahwa kenaikan biaya perjalanan tersebut bersifat fluktuatif dan dapat berubah mengikuti perkembangan harga minyak global.

Ia juga mengaku telah berkomunikasi dengan sejumlah pelaku industri pariwisata, termasuk agen perjalanan yang menangani kunjungan wisata grup dari Singapura.

“Dari hasil pemantauan kami, agenda wisata yang sudah dijadwalkan tetap berjalan sesuai rencana,” katanya.

Salah satu contohnya adalah kegiatan Batam Golf Tournament yang telah terjadwal dan hingga kini tidak mengalami pembatalan peserta.

“Batam Golf Tournament sudah penuh pesertanya dan sampai sekarang juga tidak ada pembatalan,” ujar Ardiwinata.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Disbudpar Batam pastikan wisata tetap normal meski tiket feri naik



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026