Logo Header Antaranews Kepri

Kepri siapkan langkah strategis ketahanan pariwisata di tengah eskalasi global

Selasa, 17 Maret 2026 16:52 WIB
Image Print
Kawasan wisata Lagoy Bay di Kabupaten Bintan, Kepri, jadi salah satu destinasi wisata andalan bagi wisatawan domestik dan luar negeri. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga ketahanan sektor pariwisata di tengah meningkatnya eskalasi konflik global yang terjadi saat ini.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan upaya yang dilakukan antara lain mempercepat layanan keimigrasian melalui penerapan sistem autogate di bandara dan terminal ferry internasional, sehingga proses kedatangan wisatawan mancanegara (Wisman) berlangsung lebih cepat, efisien dan nyaman.

"Kami juga memperkuat program tourism linkage antar destinasi guna menciptakan keterhubungan yang lebih baik antara objek wisata, sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan perjalanan dalam satu kawasan," kata Ansar di Tanjungpinang, Selasa.

Selain itu, menurut dia, pengembangan pariwisata berbasis pengalaman pun terus didorong melalui penguatan sektor sport tourism dan marine tourism, yang dinilai memiliki potensi besar mengingat karakteristik wilayah Kepri sebagai provinsi kepulauan dengan kekayaan bahari melimpah.

Upaya itu turut didukung dengan optimalisasi berbagai kebijakan nasional, seperti program golden visa dan second home visa yang membuka peluang bagi wisman untuk tinggal lebih lama sekaligus meningkatkan kontribusi ekonomi bagi daerah.

Kemudian, yang tidak kalah penting ialah promosi pariwisata terus diperkuat dengan menekankan citra destinasi yang aman, nyaman, dan ramah bagi wisatawan, sehingga Kepri tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan regional maupun internasional di tengah situasi global yang penuh tantangan.

"Pemprov Kepri juga mendorong diversifikasi pasar wisata melalui penguatan wisatawan nusantara," kata Ansar.

Lebih lanjut Ansar mengatakan bahwa Kepri memiliki posisi strategis sebagai “Beranda NKRI” yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Vietnam dan Kamboja.

Baca juga: Puskesmas Batam buka 24 jam saat libur Lebaran 2026

Selain itu, wilayah Kepri juga berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka yang sangat vital, dengan sekitar 80 ribu kapal dan 70 juta kontainer melintasi jalur tersebut setiap tahunnya.

"Posisi strategis tersebut turut mendukung perkembangan sektor pariwisata di Kepri," ujar Ansar.

Sepanjang tahun 2025, Kepri tercatat menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara terbesar ketiga di Indonesia setelah Bali dan DKI Jakarta, dengan total kunjungan mencapai 2.027.037 orang.

Ansar menilai dinamika geopolitik global harus diantisipasi dengan strategi yang adaptif agar sektor pariwisata tetap tangguh di tengah dinamika geopolitik global.

Ia tak menampik ketegangan internasional dapat memunculkan travel warning serta memengaruhi persepsi keamanan wisatawan terhadap suatu destinasi.

Tak hanya itu, fluktuasi harga minyak dunia juga berdampak pada kenaikan biaya transportasi udara maupun laut yang pada akhirnya memengaruhi mobilitas wisatawan.

"Kami tetap optimistis pariwisata Kepri tetap menjadi salah satu destinasi andalan wisman di tengah tantangan geopolitik global yang tengah berkembang," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan menyebutkan sektor pariwisata di Bumi Melayu itu memiliki daya tahan yang kuat karena didukung oleh keragaman atraksi wisata. Mulai dari wisata bahari, budaya Melayu, hingga berbagai event sport tourism internasional seperti Bintan Triathlon, Tour de Bintan, hingga Ironman.

"Pariwisata Kepri bukan hanya soal destinasi, tetapi juga pengalaman. Kami terus memperkuat promosi pariwisata yang aman, nyaman, dan berkelas internasional," ujar dia.

Hasan menegaskan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri menjadi kunci utama dalam menjaga momentum pertumbuhan pariwisata berkelanjutan.



Baca juga: Disnaker Batam catat ada 22 pekerja konsultasi dan aduan THR



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026