Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Tanjungpinang salurkan insentif keagamaan senilai Rp1,15 M

Selasa, 17 Maret 2026 19:05 WIB
Image Print
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau menyalurkan bantuan insentif keagamaan senilai Rp1,15 miliar untuk tahun anggaran 2026.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah memerinci insentif keagamaan diberikan untuk imam masjid, mushalla, dan surau sebesar Rp450 juta, lalu marbot atau penjaga rumah ibadah sebesar Rp300 juta, kemudian petugas fardhu kifayah sebesar Rp100 juta, serta guru TPA/TPQ sebesar Rp300 juta.

"Masing-masing penerima dapat insentif Rp1 juta per orang," kata Wali Kota Tanjungpinang, Selasa.

Lis mengatakan bantuan insentif itu dibagikan pada bulan Ramadhan 1447 Hijriah sebagai bentuk perhatian dan apresiasi Pemkot Tanjungpinang terhadap peran mereka dalam membina kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

Ia menyampaikan imam masjid, marbot, petugas fardhu kifayah, hingga guru TPA/TPQ merupakan ujung tombak dalam membina kehidupan beragama serta membentuk generasi yang berakhlak dan berlandaskan nilai-nilai Al Quran.

Baca juga: Polda Kepri amankan pelaku calo tiket kapal Pelni di pelabuhan Batu Ampar

Menurut dia tugas yang dijalankan para pelaku keagamaan itu merupakan tugas mulia yang tidak dapat diukur hanya dengan nilai materi, namun juga bernilai ibadah.

"Baik sebagai imam yang memimpin shalat, marbot yang merawat rumah ibadah, petugas fardhu kifayah yang melayani proses pemulasaran jenazah, maupun guru TPA/TPQ yang mendidik generasi Qurani, semuanya merupakan tugas mulia yang bernilai ibadah," ucap Lis.

Lis berharap bantuan insentif tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para pelaku kegiatan keagamaan untuk terus meningkatkan pelayanan kepada umat serta memperkuat pembinaan generasi muda melalui pendidikan Al Quran.

Selain itu, ia pun memastikan proses penyaluran insentif dilakukan melalui mekanisme verifikasi sehingga bantuan dapat diterima oleh penerima yang berhak sesuai dengan data yang telah diverifikasi.

Wali kota turut mengajak seluruh pelaku kegiatan keagamaan untuk menjadikan masjid, surau, dan mushalla sebagai pusat kegiatan masyarakat serta sarana memperkuat nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

"Mari kita bersama-sama membangun Kota Tanjungpinang yang religius, kondusif, dan harmonis," demikian Lis.


Baca juga: Kepri siapkan langkah strategis ketahanan pariwisata di tengah eskalasi global



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026