Logo Header Antaranews Kepri

Konflik Timur Tengah picu maskapai dunia rugi nyaris Rp900 triliun

Sabtu, 21 Maret 2026 15:42 WIB
Image Print
Orang-orang ikut serta dalam aksi protes dan pawai di Times Square pada Hari Al-Quds, untuk menentang perang gabungan AS-Israel terhadap Iran di Kota New York, Amerika Serikat pada 13 Maret 2026. ANTARA/Mostafa Bassim/Anadolu/pri.

Moskow (ANTARA) - Eskalasi konflik di kawasan Teluk Persia yang melibatkan serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran mulai memukul industri penerbangan global. Sebanyak 20 maskapai penerbangan terbesar di dunia diperkirakan mengalami kerugian mencapai 53 miliar dolar AS atau setara hampir Rp900 triliun.

Financial Times melaporkan bahwa manajemen maskapai penerbangan terus memperingatkan dampak yang dapat mereka hadapi atas meningkatnya harga minyak, gangguan di bandara-bandara kawasan Teluk, dan anjloknya permintaan global..

Dampak konflik ini diprediksi akan dirasakan langsung oleh konsumen. Dalam beberapa bulan ke depan, harga tiket penerbangan diperkirakan akan naik drastis, bahkan untuk rute-rute yang tidak terkaiti kawasan Timur Tengah.

Kenaikan harga ini merupakan upaya maskapai untuk menjaga stabilitas pemasukan mereka.

Konflik terjadi setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap berbagai infrastruktur di Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu aksi balasan dari Teheran terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer AS di se-antero Timur Tengah.

Meski awalnya diklaim sebagai upaya menangkal program nuklir, laporan tersebut mengindikasikan adanya agenda lain di balik serangan tersebut, termasuk upaya pergantian kekuasaan di Iran.

Sumber: Sputnik



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Konflik Timteng sebabkan 20 maskapai dunia rugi hampir Rp900 triliun



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026