Logo Header Antaranews Kepri

Bintan tetapkan status tanggap darurat karhutla dan kekeringan 2026

Kamis, 26 Maret 2026 07:24 WIB
Image Print
Bupati Bintan Roby Kurniawan memimpin rapat koordiansi lintas sektoral di Ruang Rapat II Bandar Seri Bentan, Rabu (25/3/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Bintan

Bintan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan tahun 2026. Status ini akan berlaku selama 14 hari ke depan guna mempercepat penanganan di lapangan.

Keputusan strategis ini diambil menyusul lonjakan titik api yang signifikan sepanjang awal tahun ini. Data menunjukkan ratusan hektare lahan di Kabupaten Bintan telah terbakar dalam periode Januari hingga Maret 2026, dengan kondisi yang semakin parah dalam dua pekan terakhir.

"Berangkat dari semua data yang berasal dari kondisi nyata di lapangan, kita berkumpul hari ini untuk sama-sama menetapkan status tanggap darurat bencana terkait karhutla dan kekeringan di Bintan," kata Bupati Bintan Roby Kurniawan saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral di Ruang Rapat II Bandar Seri Bentan, Rabu.

Baca juga: Cuaca Kepri 26 Maret: BMKG prediksi cerah berawan, peringatan dini nihil

Roby memaparkan sebanyak 317 titik api tercatat sepanjang Januari-Maret 2026 dengan luas kebakaran hutan dan lahan mencapai 251 hektare.

Ada empat wilayah sebagai penyumbang luasan terbesar yakni Kecamatan Bintan Timur sebanyak 81 titik api, Kecamatan Toapaya sebanyak 68 titik api, Kecamatan Gunung Kijang tercatat 64 titik api dan Kecamatan Bintan Utara sebanyak 60 titik api.

Tantangan semakin besar jika melihat kondisi dinamika atmosfer terkini ditambah prediksi curah hujan dan prospek cuaca yang terus dipantau oleh BMKG.

"Bintan memiliki kerawanan tinggi, karena luasnya lahan yang sebagian besarnya gambut serta faktor perubahan iklim," ungkap Roby.

Lebih lanjut Roby menyampaikan selain penetapan dan kolaborasi lintas sektoral, ia juga meminta semua pihak untuk mengedepankan upaya pencegahan.

Ia menilai indikasi 'tangan nakal' di balik maraknya karhutla yang terjadi di Bintan belakangan ini cukup kuat.

Baca juga: Pelni Batam angkut 23.771 pemudik, puncak arus mudik terjadi pada 16 Maret

"Siapa saja yang melihat atau mengetahui tindakan pembakaran, jangan ragu dan takut untuk segera melaporkan. Ini tanggung jawab kita bersama dan memerlukan kerja sama semua pihak," ujar Roby.

Sementara terkait kekeringan yang melanda hampir di seluruh kecamatan di Bintan, PDAM Tirta Kepri yang mengelola empat waduk di lokasi yang berbeda melaporkan kekeringan yang cukup ekstrem.

PDAM masih berusaha untuk melakukan pembukaan tali air guna mengisi waduk yang menjadi sumber baku SPAM.

Roby menambahkan melalui penetapan status tanggap darurat bencana, Pemkab Bintan bersama seluruh instansi terkait akan melalukan tindakan-tindakan strategis baik mengenai karhutla maupun kekeringan.

Baca juga: Bandara Hang Nadim Batam siapkan skema arus balik antisipasi lonjakan penumpang



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026