Logo Header Antaranews Kepri

SAR temukan jasad pria yang terjun dari jembatan Barelang Batam

Kamis, 26 Maret 2026 07:50 WIB
Image Print
Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad seorang pria yang nekat terjun ke laut dari Jembatan 5 Barelang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (25/3/2026). ANTARA/HO-Humas SAR Tanjungpinang

Tanjungpinang (ANTARA) - Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad seorang pria yang nekat terjun ke laut dari Jembatan 5 Barelang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang Fazzli mengatakan korban atas nama Nusyirwan (35) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia berjarak sekitar 0,36 NM arah barat dari lokasi kejadian, Rabu pukul 08.00 WIB.

"Korban sudah dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri," kata Fazzli dalam keterangannya di Tanjungpinang, Rabu malam.

Fazzli menjelaskan kronologi kejadian berawal ketika pihaknya menerima informasi seorang pria terjun dari Jembatan 5 Barelang, Senin (23/3) sekitar pukul 10.00 WIB. Informasi kejadian membahayakan nyawa manusia itu diterima dari pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Galang, pukul 11:55 WIB.

Baca juga: Cuaca Kepri 26 Maret: BMKG prediksi cerah berawan, peringatan dini nihil

Berdasarkan keterangan awal dari saksi mata bernama Adi yang saat itu sedang memancing di sekitar lokasi kejadian, tiba-tiba mendengar suara dentuman keras jatuhnya benda ke air dan saat memeriksa asal suara saksi melihat korban yang mengenakan baju berwarna hitam sudah hanyut terbawa arus laut, tepatnya di bawah Jembatan 5 Barelang.

"Dari atas jembatan, ditemukan sejumlah barang bukti yang tertinggal, yakni kartu SIM dan satu unit sepeda motor jenis matic milik korban," ujarnya.

Fazzli menambahkan, pencarian korban melibatkan unsur SAR gabungan, terdiri atas Kantor SAR Tanjungpinang dan Pos SAR Batam, Polsek Galang, Polairud Polda Kepri, BP Batam dan TNI AL, serta masyarakat setempat.

"Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup," demikian Fazzli.

Baca juga:
Pelni Batam angkut 23.771 pemudik, puncak arus mudik terjadi pada 16 Maret

Bintan tetapkan status tanggap darurat karhutla dan kekeringan 2026



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026