
Kekeringan di Bintan, Bupati instruksikan OPD salurkan air bersih untuk 24.479 KK

Bintan (ANTARA) - Bupati Bintan Roby Kurniawan Roby menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk bergotong-royong menyalurkan air bersih kepada 24.479 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan belakangan ini.
"Saya minta hari ini langsung disusun skema penyalurannya, termasuk camat dan lurah langsung diperbarui data warga terdampak. Kita kolaborasi dengan rekan-rekan Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta lintas sektoral yang lain di lapangan," kata Roby saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral di Ruang Rapat II Kantor Bupati Bintan, Rabu.
Roby menyebut penyaluran air bersih dilakukan dengan memanfaatkan sarana prasarana yang dimiliki maupun dukungan dari pihak luar termasuk swasta.
Baca juga: SAR temukan jasad pria yang terjun dari jembatan Barelang Batam
Menurutnya, Bintan masih punya sumber air yang lain, selain di PDAM. langkah jangka pendek ini harus segera dilakukan dalam mengatasi dampak kekeringan.
Berdasarkan data BPBD Bintan, hingga hari ini setidaknya 24.479 KK terdampak dan kesulitan mendapatkan air bersih. Data tersebut merata di seluruh Kecamatan, kecuali Kecamatan Mantang dan Kecamatan Tambelan yang masih dapat diatasi.
Selain upaya tersebut, Roby juga mendukung usulan modifikasi cuaca serta mengarahkan langsung seluruh camat bersama masyarakat melaksanakan shalat istisqa (salat sunnah muakkadah memohon hujan) sebagai pelengkap dari ikhtiar yang dilakukan.
"Jalur darat kita suplai air bersih, jalur udara kalau memang memungkinkan modifikasi cuaca, selanjutnya ikhtiar kita lengkapkan dengan jalur langit lewat shalat istisqa. Mudah-mudahan semua hajat kita di-ijabah agar kondisi bisa kembali normal," ucap Roby.
Baca juga: Bintan tetapkan status tanggap darurat karhutla dan kekeringan 2026
Sementara berdasarkan paparan BMKG Tanjungpinang, kondisi kekeringan yang melanda Kabupaten Bintan (termasuk wilayah Pulau Bintan secara umum) telah mengakibatkan pasokan air bersih mengalami gangguan yang sangat besar.
Kemarau yang cukup panjang ditambah curah hujan yang hampir dikatakan nihil sejak awal tahun lalu membuat waduk-waduk sumber baku PDAM mengalami penyusutan volume air yang drastis bahkan satu di antaranya kering total.
Menurut BMKG historis kekeringan metereologis di Pulau Bintan sudah terjadi sejak tahun 1997 lalu. Rekapan BMKB mencatat, kekeringan metereologis di pulau Bintan terjadi pada tahun 1997, 2010, 2014, 2015, 2019, 2020 dan saat ini tahun 2026.
Kondisi kekeringan tahun ini bahkan dikatakan mirip dengan kondisi di tahun 1997 dan 2015 yang merupakan kondisi kekeringan terparah.
Berdasarkan letak geografis Bintan, normalnya curah hujan rendah memang dimulai pada Februari hingga Maret dan curah hujan akan kembali normal pada bulan April hingga Mei. Faktor cuaca ini yang menjadi penyebab utama menyusutnya volume air di waduk bahkan air tanah di sumur-sumur warga.
Baca juga:
Cuaca Kepri 26 Maret: BMKG prediksi cerah berawan, peringatan dini nihil
Pelni Batam angkut 23.771 pemudik, puncak arus mudik terjadi pada 16 Maret
Pewarta : Ogen
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
