Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Natuna salurkan bantuan bibit ayam kampung

Selasa, 31 Maret 2026 15:22 WIB
Image Print
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Wan Syazali di Natuna, pada Maret. ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna, Kepri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna Provinsi Kepulauan Riau segera menyalurkan bantuan bibit ayam petelur jenis ayam kampung unggul balitbangtan (KUB) bagi masyarakat tidak mampu yang mempunyai komitmen untuk mengembangkan usaha ternak ayam KUB secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Wan Syazali dikonfirmasi dari Batam, Selasa, mengatakan program tersebut telah dimasukkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026.

Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong perekonomian keluarga, serta memperkuat ketahanan pangan mandiri.

“Program ini sudah masuk dalam DPA, sementara pelaksanaannya akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Natuna, Zulfikar, mengatakan ayam KUB memiliki keunggulan dalam produktivitas telur.

Dalam satu tahun, ayam ini mampu menghasilkan hingga sekitar 160 hingga 180 butir telur per ekor. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan ayam kampung biasa. Selain itu, dagingnya juga dapat dimanfaatkan untuk konsumsi.

Namun, ayam KUB memiliki sifat mengeram yang rendah. Oleh karena itu, bantuan akan dilengkapi dengan mesin penetas telur semi manual, bahkan pakan awal sekitar satu karung, serta bantuan kandang juga akan diberikan dengan mempertimbangkan kondisi anggaran.

Total anggaran program ini diperkirakan lebih kurang Rp500 juta, dengan sasaran penerima manfaat sekitar 85 kepala keluarga yang terdata dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Setiap paket bantuan terdiri atas ayam jantan dan betina.

“Ayam yang diberikan sudah dalam kondisi siap bertelur atau diperkirakan mulai bertelur dalam satu hingga dua minggu setelah diterima,” katanya.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026