Logo Header Antaranews Kepri

BP Batam bahas tantangan global dengan pemangku kepentingan

Kamis, 2 April 2026 20:01 WIB
Image Print
Rapat strategis yang digelar oleh BP Batam dengan jajaran dan pemangku kepentingan Provinsi Kepri dan Kota Batam di Batam, Kepri, Kamis (2/4/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan membahas tantangan global dan dinamika dunia usaha bersama berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat koordinasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan pertemuan bersama aparat, pelaku usaha, dan instansi terkait menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan strategis untuk periode 2026-2027.

“Pertemuan hari ini menjadi dasar bagi kami untuk menyusun kebijakan ke depan. Kami mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha,” ujarnya di Batam, Kamis.

Ia menjelaskan, sejumlah isu yang dibahas antara lain persoalan bahan bakar minyak (BBM) dan industri, kondisi global, hingga persoalan sumber daya manusia (SDM).

“Intinya kita berdiskusi terkait dampak jika ada kenaikan harga BBM terhadap industri dan pengusaha di Kota Batam, termasuk berbagai aspirasi dari pelaku usaha,” katanya.

Menurut Amsakar, masukan dari dunia usaha menjadi penting dalam merumuskan kebijakan yang adaptif dan mampu menjaga stabilitas ekonomi Batam.

“Dinamika ekonomi global dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi membutuhkan inovasi dari seluruh pihak. Masukan dan kritik konstruktif sangat kami butuhkan untuk mempercepat pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan diskusi strategis tersebut juga melibatkan kepolisian serta berbagai pihak terkait untuk memperkuat sinergi lintas sektor.

Ia menambahkan, sejumlah hal yang masih menjadi perhatian adalah percepatan perizinan, termasuk Hak Pengelolaan Lahan (HPL), yang masih memerlukan koordinasi dengan sejumlah kementerian.

“Masih ada koordinasi dengan sekitar 10 kementerian yang belum selesai. Kami terus berupaya mempercepat proses perizinan, namun tetap berhati-hati karena juga berdampak pada aspek lingkungan,” ujarnya.

Ariastuty menegaskan, BP Batam berkomitmen untuk mempercepat seluruh proses pelayanan guna mendukung iklim investasi yang lebih kondusif.

Di sisi lain, Amsakar menyebut capaian ekonomi Batam menunjukkan tren positif.

Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat sebesar 6,76 persen (year on year), meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 6,69 persen.

“Pencapaian ini tidak terlepas dari sinergi seluruh komponen daerah dalam meningkatkan daya saing Batam sebagai kota madani yang inovatif,” katanya.

Ia optimistis, dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pemangku kepentingan, Batam dapat terus menjaga pertumbuhan ekonomi dan memperkuat posisinya sebagai lokomotif perekonomian di Provinsi Kepulauan Riau.

“Saya dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia optimistis Batam akan terus tumbuh. Dengan kolaborasi dan sinergi yang kuat, kita bisa menghadapi tantangan dan mendorong percepatan pembangunan,” ujar Amsakar.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026