Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot: Penerimaan PNS Batam Belum Pasti

Rabu, 3 Juli 2013 20:39 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, hingga Rabu belum menerima jawaban dari pemerintah pusat tentang penerimaan calon pegawai negeri sipil di lingkungan pemkot setempat.

"Padahal, daftar kebutuhan PNS sudah dimasukkan ke Badan Kepegawaian Negara sejak awal tahun. Namun, sampai sekarang belum ada jawaban dari pemerintah pusat," kata Sekretaris Daerah Kota Batam Agussahiman di Batam.

Ia berharap pemerintah pusat segera mengakomodasi kebutuhan PNS Batam karena pemkot setempat kekurangan tenaga kerja.

Jika pun pemerintah keberatan dengan formasi PNS yang diajukan, kata Sekda, paling tidak penambahan tenaga guru dan medis disetujui.

"Paling tidak, guru dan tenaga medis, karena kami sangat butuh," kata Agussahiman.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Batam Firman mengatakan bahwa kota itu membutuhkan 500 orang guru dan tenaga medis untuk ditempatkan di berbagai sekolah dan puskesmas di wilayah tersebut.

Menurut dia, saat ini, pemerintah pusat masih mengkaji kebutuhan PNS Batam sehingga belum memberikan jawaban pasti.

Namun, bila permintaan penambahan PNS baru itu tidak dipenuhi pemerintah pusat, kata dia, Pemkot Batam terpaksa memaksimalkan tenaga yang sudah ada.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin mengatakan bahwa kota itu kekurangan banyak tenaga pendidik, terutama untuk ditempatkan di sekolah-sekolah pesisir.

"Di SMP Pulau Karas saja, hanya ada empat guru, padahal harusnya minimal 12 guru," kata dia.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pulau Karas hanya satu dari belasan sekolah di pesisir. Akibat kekurangan tenaga pendidik, kata dia, Dinas Pendidikan mempekerjakan guru SD untuk SMP. Bahkan, ada yang mengajar dua pelajaran sekaligus.

Menurut Muslim, sulit mencari guru yang mau ditempatkan di pesisir. "Kalau dari kota dipindahkan ke pulau, kasihan. Keluarga mereka di Batam (pulau utama, red.)," kata Muslim. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026