Logo Header Antaranews Kepri

Tim Penanganan Kebakaran hutan dan lahan di Natuna dibagi jadi beberapa wilayah

Senin, 6 April 2026 17:17 WIB
Image Print
Karhutla di Natuna pada Maret 2026. ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Tim Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, dibagi menjadi beberapa wilayah kerja, guna mempermudah penanganan bencana kekeringan dan karhutla di wilayah perbatasan tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna Raja Darmika, dikonfirmasi dari Bintan, Senin, mengatakan pembagian wilayah kerja tersebut difokuskan untuk penanganan di darat. Tujuannya agar proses pemadaman api dapat berjalan lebih efektif, cepat, dan efisien.

Pembagian wilayah itu meliputi Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Utara, Bunguran Tengah, dan Bunguran Selatan. Di setiap wilayah, telah ditetapkan petugas serta tugas dan fungsi masing-masing instansi yang terlibat, mulai dari perangkat daerah hingga instansi vertikal seperti TNI dan Polri.

Sebelumnya, melalui Surat Keputusan Bupati tentang Pos Komando Siaga Darurat yang diterbitkan pada 2 April 2026, pemerintah daerah juga telah menetapkan pembentukan posko siaga darurat.

Dalam keputusan tersebut, diatur struktur komando beserta tugas dan fungsi masing-masing jabatan. Posisi pengarah diisi oleh sejumlah pimpinan daerah, sementara komandan posko dijabat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna.

“Ada pembagian wilayah untuk pemadaman di darat. Ada pos lapangan Batubi, Bunguran Timur Laut, Tekuk Buton, Bunguran Tengah, dan Bunguran Selatan," ucap dia.

Baca juga: Wamendagri tekankan kepala daerah di Kepri kawal kelancaran program MBG

Dalam beberapa pekan terakhir, Kabupaten Natuna dilanda bencana karhutla akibat kondisi hutan dan lahan yang kering karena minimnya curah hujan sejak Maret 2026. Kebakaran tersebut telah menghanguskan ratusan hektare lahan, sehingga mendorong para pemangku kepentingan mengaktifkan Satgas Karhutla agar penanganan lebih optimal.

“Saat ini masih terdapat titik api atau asap di wilayah Sedarat Baru–Seminter,” katanya.

Penanganan karhutla di Natuna membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari instansi vertikal, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, hingga masyarakat.

Koordinasi dengan instansi vertikal di Natuna, lanjutnya, telah berjalan dengan baik, baik dalam pengerahan personel maupun peralatan.

Sementara itu, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut memberikan dukungan, antara lain dengan mengerahkan pesawat dan helikopter untuk penanganan dari udara melalui metode water bombing atau bom air, modifikasi cuaca, serta pemantauan titik api melalui udara.

Ia berharap karhutla dapat segera teratasi dan masyarakat diimbau untuk turut berpartisipasi dalam upaya penanggulangan.

“Dukungan pesawat dan helikopter dari BNPB sangat efektif untuk memadamkan api yang tidak dapat dijangkau dari darat,” ujar dia.




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tim Penanganan Karhutla di Natuna dibagi jadi beberapa wilayah



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026