Logo Header Antaranews Kepri

RSBP Batam kantongi sertifikasi ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen layanan instalasi

Kamis, 9 April 2026 09:46 WIB
Image Print
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait bersama dokter RSBP Batam saat meninjau alat imunohistokimia untuk mendeteksi kanker di RSBP Batam, Kepri, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Amandine Nadja

Batam (ANTARA) - Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen mutu layanan instalasi, di antaranya Instalasi Radiologi dan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Direktur RSBP Batam Tanto Budiharto mengatakan sertifikasi ini menjadi langkah penting dalam memastikan standar mutu layanan rumah sakit sesuai standar internasional.

“Hari ini serah terima sertifikat ISO 9001:2015 terkait sistem manajemen mutu layanan instalasi serta peluncuran layanan serta alat kesehatan baru guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya di Batam, Rabu.

Ia menjelaskan sertifikasi ISO 9001:2015 tersebut mencakup sejumlah layanan, antara lain Laboratorium Patologi Klinik, Laboratorium Patologi Anatomi, Instalasi Radiologi, Medical Check-Up, serta Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Selain itu, RSBP Batam menghadirkan berbagai layanan unggulan, seperti neurointervensi untuk penanganan stroke dan penyakit pembuluh darah otak, serta layanan jantung bawaan untuk penanganan komprehensif sejak lahir.

“Sebelumnya untuk intervensi tersebut harus kami rujuk ke rumah sakit di Jakarta, namun sekarang sudah ada di Batam. Dengan peralatan baru, banyak yang sekarang sudah bisa dilakukan di RSBP,” katanya.

Penguatan ini menjadi bagian dari pengembangan Cardio-Neuro-Cerebrovascular Centre sebagai pusat layanan unggulan di RSBP Batam.

Baca juga: Polda Kepri tangkap ayah pelaku kekerasan seksual terhadap anak

“RSBP Batam juga menghadirkan sejumlah peralatan medis baru, di antaranya IVUS dan Rotablator untuk tindakan jantung intervensi, imunohistokimia untuk diagnosis kanker berbasis presisi, serta endoskopi dan kolonoskopi untuk deteksi dini penyakit saluran cerna,” kata dia.

Selain itu, tersedia CBCT (Cone Beam Computed Tomography) dan digital X-ray gigi untuk mendukung layanan kesehatan gigi modern.

Pengembangan ini juga mendukung pembentukan Oncology Centre dan Trauma Centre, sekaligus memperkuat posisi RSBP Batam sebagai rumah sakit rujukan.

Dari sisi ekonomi, penguatan layanan ini diproyeksikan memberikan dampak signifikan, dengan potensi tambahan pendapatan sekitar Rp14,76 miliar per tahun, peningkatan case mix INA-CBG’s (Indonesia Case Based Groups) dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi, serta penurunan signifikan rujukan pasien ke luar daerah.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait menyampaikan pencapaian ini bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan.

“Ini merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan pasien dan memastikan standar mutu layanan internasional,” ujarnya.

Ia mengharapkan penguatan layanan ini memberikan dampak nyata, mulai dari peningkatan mutu layanan, pengurangan rujukan pasien ke luar daerah maupun luar negeri, hingga peningkatan daya saing rumah sakit.

“RSBP Batam kini tidak hanya berperan sebagai rumah sakit pelayanan dasar, tetapi juga bergerak menuju rumah sakit rujukan berbasis kompetensi, berstandar internasional, serta menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di kawasan regional,” kata Ariastuty.


Baca juga: Pemkab Natuna tingkatkan kesadaran bahaya kebakaran kepada masyarakat



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026