
Rutan Batam Kejar Narapidana yang Kabur

Batam (Antara Kepri) - Petugas Rumah Tahanan Kelas II A Baloi Batam berkoordinasi dengan kepolisian masih mengejar MB (22), seorang narapidana kasus pencurian yang kabur pada Jumat pukul 05.00 WIB dengan cara membengkokkan jeruji besi ruang tahanan.
"Saat kejadian sedang hujan lebat, jadi rekan-rekan satu selnya pun tidak mengetahui MB melarikan diri," kata Kepala Rutan Kelas II A Baloi Batam, Anak Agung Gede Khrisna di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu.
Setelah keluar dari sel tahanan, kata dia, MB memanjat pagar dalam rutan menuju ke atap. Setelah sampai di atap, melompat ke arah Kantor Dinas Perhubungan Kota Batam yang berada di samping.
"Larinya tahanan itu, baru diketahui saat apel pagi pukul 06.00 WIB. Setelah dilakukan penghitungan ternyata jumlah tahanan kurang satu orang," kata dia.
Mengetahui ada yang kurang, kata dia, petugas memeriksa seluruh sel termasuk mengamati rekaman dari kamera pengintai (CCTV) yang dipasang di rutan.
"Aksi pelarian MB terekam CCTV. Hingga saat ini kami masih terus melakukan pengejaran termasuk berkoordinasi dengan Polresta Barelang," kata Agung.
Tahanan yang kabur dari Rutan Baloi tidak hanya terjadi sekarang. Pada Awal 2012, seorang tahanan juga melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap kembali.
Agung mengatakan kapasitas rutan maksimal hanya 250 tahanan, namun saat ini jumlah tahanan yang ada mencapai diatas 400 orang.
Kementerian Hukum dan HAM, kata dia, akan membangun rutan baru di Batam karena yang ada saat ini sudah melebihi kapasitas.
Lahan sekitar 2 hektare sudah disiapkan di belakang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Barelang Batam.
"Kelebihan tahanan akan menimbulkan masalah seperti kekurangan air, dan menimbulkan kerawanan konflik dalam gedung tahanan," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
