
Stok beras di gudang Bulog Tanjungpinang cukup hingga tiga bulan ke depan

Tanjungpinang (ANTARA) - Bulog Cabang Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), menyebutkan stok beras medium di Gudang Bulog mencapai 2.350 ton dan masih cukup untuk kebutuhan tiga bulan ke depan.
"Kita ada penambahan lagi 500 ton, baru masuk dari Jakarta untuk menjaga pasokan cadangan beras," kata Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang Arief Alhadihaq di Tanjungpinang, Sabtu.
Arief mengatakan stok beras tersebut dialokasikan untuk bantuan bahan pangan serta beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang dijual kepada masyarakat dengan harga terjangkau.
Menurut dia, sebagian dari stok beras di gudang Bulog Tanjungpinang itu juga akan digeser untuk memenuhi kebutuhan warga di pulau-pulau se-Kepri, seperti Lingga, Karimun, Natuna hingga Anambas.
"Bulog Tanjungpinang jadi gudang hub beras untuk daerah kepulauan di Kepri," ujarnya.
Arief menyampaikan permintaan beras SPHP sejak awal tahun 2026 meningkat signifikan.
Ia mencontohkan di Pulau Bintan (Tanjungpinang-Bintan), kebutuhan per hari sekitar 10 sampai 20 ton dibanding tahun 2025 sekitar 1,5 ton per hari.
Kondisi ini, menurut dia, dipicu harga beras SPHP menjadi yang paling murah di pasaran dibanding merek beras lainnya dan ditambah kualitas berasnya juga baik.
"Sampai saat ini harga beras SPHP masih stabil, tak ada kenaikan di tengah kondisi geopolitik global saat ini," ucapnya.
Sementara untuk stok minyak goreng Minyakita, lanjut Arief, stok yang tersisa di gudang Bulog Tanjungpinang sekitar 39 ribu liter.
Ia menyampaikan kuota Minyakita diperkirakan normal kembali pada bulan Mei 2026. Saat ini, produsen Minyakita masih fokus pengadaan minyak goreng untuk suplai bantuan pangan pemerintah.
Sedangkan pasokan beras premium di Bulog Tanjungpinang sedang kosong dan sudah diajukan untuk pengadaan ke pusat.
"Sampai sekarang sedang berproses, karena hal ini berkaitan dengan pembiayaan pengiriman beras dari Jakarta ke Tanjungpinang," ucap Arief.
Bulog turut mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan, karena secara nasional pasokan beras masih aman dan cukup sampai 11 bulan ke depan.
Pewarta : OGN
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
