
BNNP Kepri Buru Penyelundup Shabu

Batam (Antara Kepri) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Riau mengejar otak jaringan penyelundupan shabu seberat 1,9 kilogram melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre, Minggu (6/7) yang identitasnya sudah diketahui.
"Setelah memeriksa A yang tertangkap saat berupaya menyelundupkan shabu, kami sudah mengantongi identitas pelaku lain yang berada di Malaysia," kata Kepala BNNP Kepri, Beny Setiawan di Batam, Senin.
Ia mengatakan, penyidik BNN dan Polda Kepri tengah melakukan pengejaran untuk menangkap pelaku yang diduga pemilik shabu tersebut.
"Meski A mengakui shabu tersebut miliknya, namun kami meyakini barang tersebut milik orang lain yang masih buron," kata dia.
Sebelumnya, A, ditangkap oleh petugas Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam saat mencoba memasukan shabu melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre. Shabu seberat 1,9 kilogram tersebut dibungkus kemasan teh China.
Upaya penyelundupan shabu oleh A, warga Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau berhasil digagalkan petugas pelabuhan setelah barang tersebut terdeteksi alat pemindai (x-ray).
Setelah diperiksa, dalam tas yang dibawa pelaku berisi baju dan barang mencurigakan diduga shabu. Selanjutnya barang bukti bersama pelaku diserahkan ke BNN Kepri untuk ditindaklanjuti.
Selain BC Batam, Polda Kepri pada 2013 juga sudah beberapa kali menggagalkan upaya penyelundupan shabu dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Pol Agus Rohmat mengatakan bahwa selama 2013 sudah beberapa kali menggagalkan upaya penyelundupan narkoba dari Malaysia dan pengiriman shabu dari Batam ke Jakarta.
"Setidaknya sekitar 15 kilogram shabu yang hendak dimasukkan ke Batam atau dikirim ke Jakarta melalui Batam berhasil kami gagalkan bersama petugas BNN, Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan Batam dan Petugas BC Batam," kata dia.
Agus juga mengatakan pada akhir Maret menemukan 1,1 kilogram shabu yang dikemas dalam tas perjalanan milik seorang penumpang pesawat yang sengaja ditinggal di Bandara Internasional Hang Nadim. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
