
BPBD Natuna dan Amerika Serikat kolaborasi dalam penanganan bencana di wilayah perbatasan

Natuna (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau berkolaborasi dengan Amerika Serikat (AS) dalam memperkuat penanganan bencana di wilayah perbatasan tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Natuna Raja Darmika di Natuna, Senin, mengatakan pada Senin pagi, di Kantor BPBD Natuna telah dilakukan penyerahan bantuan berupa alat medis untuk penanganan korban bencana dari Pemerintah AS.
Total alat medis yang diberikan berjumlah 30 jenis barang, dari mulai atas stetoskop, alat bantuan pernafasan sederhana, gunting medis, alat pemeriksa tekanan darah, tandu dan beberapa lainnya, yang difungsikan untuk menangani korban bencana.
"Ini merupakan pertama kalinya BPBD Natuna menerima bantuan peralatan medis dari pihak luar. Dan tentu ini sangat bermanfaat untuk mendukung tugas kami di lapangan," ucapnya.
Ia menjelaskan alat tersebut merupakan amanah yang diberikan kepada pihaknya untuk dimanfaatkan secara optimal, oleh karena itu BPBD akan menyusun langkah-langkah agar alat tersebut tetap bisa digunakan secara maksimal, meskipun tidak sedang terjadi bencana, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih cepat.
Baca juga: Kemenkum Kepri bersama DPR diskusi RUU Hukum Perdata Internasional di Batam
“Ke depan, sebagian alat akan kami hibahkan kepada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Karena itu, kami akan melakukan pendataan terlebih dahulu, agar jelas mana yang perlu disimpan dan mana yang bisa segera dihibahkan supaya dapat dimanfaatkan,” ujar dia.
Sementara Sementara Itu Konsul Amerika Serikat untuk Sumatra Lisa Podolny mengatakan nilai keseluruhan alat tersebut sekitar 23 ribu dollar AS atau setara Rp393 juta.
Bantuan kata dia, disalurkan melalui program Overseas Humanitarian, Disaster, and Civic Aid (OHDACA) yang memang difokuskan untuk mendukung kesiapsiagaan kemanusiaan di berbagai negara. Penyerahan bantuan dilakukan bersama perwakilan dari grup militer Amerika Serikat.
Ia menegaskan, bantuan merupakan bentuk komitmen Pemerintah Amerika Serikat dalam mendukung kesiapsiagaan daerah, khususnya wilayah perbatasan seperti Natuna, dalam menghadapi potensi bencana.
“Kami berharap bantuan peralatan medis ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Natuna dan membantu BPBD dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta respons saat terjadi bencana,” ucapnya.
Baca juga: Imigrasi Ranai awasi WNA cegah pelanggaran keimigrasian
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
